Ada yang menarik dari pernyataan Wakil Presiden Boediono di depan Wharton Global Alumni Forum, Jumat, 22 Juni 2012. Ia menyebut perekonomian Indonesia sudah berkembang seperti “komodo”. Bagi Boediono, ekonomi Indonesia sudah tumbuh menjadi raksasa dan lincah.
|
Konon, julukan ini diungkapkan pertamakali oleh majalah ekonomi paling bergengsi, The Economist. Yang jelas, dengan julukan ‘ekonomi komodo’ ini, ekonomi Indonesia dianggap telah berkembang besar, kuat, dan lincah. Watak ekonomi Indonesia disebut ulet (resilient), enteng hingga bisa mengapung (buoyant), tetapi juga gesit (agile).
Apakah julukan itu sesuai dengan kenyataan? Bagi Boediono, salah satu ukuran ketangguhan ekonomi Indonesia adalah kemampuannya survive dari krisis ekonomi tahun 2008. Bahkan, di tengah krisis yang melanda Eropa saat ini, Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia masih tumbuh 6%.
Selain itu, satu hal yang dibanggakan oleh Boediono adalah capaian kinerja BUMN. Menurutnya, banyak BUMN hasil privatisasi atau perusahaan publik telah memperlihatkan perbaikan kinerja dan profesionalisme. Bahkan, enam diantaranya sudah masuk daftar “Fortune 500 Global Companies”.
Juga, kata Boediono, sektor keuangan Indonesia makin tangguh. Ia menganggap Indonesia memiliki sektor perbankan yang sangat baik dengan tingkat kesehatan yang cukup kuat. Indonesia memiliki 120 bank yang aktif di pasar.
Tentu saja, apa yang disampaikan Boediono patut dipertanyakan. Boediono kurang mengungkapkan faktor-faktor penyebab pertumbuhan ekonomi Indonesia. Ia juga gagal menjelaskan keterkaitan pertumbuhan ekonomi dengan kesejahteraan rakyat: penyerapan tenaga kerja, penaikan pendapatan rakyat, dan ketersediaan/pemenuhan kebutuhan dasar.
Pertama, pertumbuhan ekonomi Indonesia banyak digerakkan oleh utang luar negeri. Hingga saat ini, utang luar negeri Indonesia sudah mencapai 1900 triliun. Versi lain menyebutkan, akumulasi utang luar negeri Indonesia sudah mencapai Rp 2.870 triliun atau mencapai 45 persen dari PDB.
Tingginya utang tentu bukan gejala yang positif. Apalagi, jika negara bersangkutan tidak memiliki kemampuan membayar. Biasanya, jurus jitu negara-negara yang tak sanggup membayar utang ini adalah privatisasi BUMN dan obral habis sumber daya alam. Kondisi ini tentu tidak positif bagi pembangunan ekonomi berkelanjutan.
Negara yang ‘terperangkap utang’ akan dipaksa untuk terus menggenjot ekspornya—terutama ekspor bahan mentah—dan melakukan penghematan pada pengeluaran pemerintah dan belanja kesejahteraan sosial. Ini akan berakibat pada pemiskinan massa rakyat. Namun, pada aspek lain, sebagian besar sumber daya telah mengalir deras ke kantong-kantong negeri imperialis.
Kedua, faktor penggerak pertumbuhan ekonomi adalah konsumsi, khususnya konsumsi klas menengah ke atas. Akan tetapi, jika mengacu pada survei Kompas, nafsu konsumtif klas menengah ini sebagian besar dipicu oleh ‘gaya hidup’. Banyak diantara mereka hidup diluar kemampuannya alias ‘ngutang’.
Ketiga, penggerak pertumbuhan ekonomi Indonesia adalah investasi asing. Patut dicatat, membanjirnya investasi asing di Indonesia juga disertai dengan ‘menguatnya penguasaan modal asing’ terhadap perekonomian nasional. Lihat saja, modal asing makin merajai penguasaan kekayaan alam dan aset-aset strategis kita: sektor migas (85-90%), batubara (75%), mineral (89%), perkebunan (50%), perbankan ( 50,6%), farmasi (80%), telekomunikasi (70%) dan lain-lain.
Keempat, pertumbuhan ekonomi Indonesia banyak disumbangkan oleh ekspor bahan mentah: batubara, minyak, bauksit, minyak kelapa sawit, dan karet. Ini tidak berbeda jauh dengan model ekspor di jaman kolonial. Kebiasaan ekspor bahan mentah ini juga membawa banyak kerugian: kehilangan nilai tambah, kehilangan lapangan pekerjaan, dan menghilangkan basis untuk pembangunan industri dalam negeri.
Dengan penjelasan di atas, sangat jelas bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia digerakkan oleh faktor-faktor berbahaya. Selain itu, hal itu juga menjelaskan bahwa struktur ekonomi Indonesia masih sangat kolonialistik. Inilah yang menjelaskan mengapa pertumbuhan ekonomi Indonesia tidak mensejahterakan rakyat. Inilah yang gagal dipahami Boediono.
|
Senin, 02 Juli 2012
‘Ekonomi Komodo’
Indonesia Versus Churcill Mining
Kasus ini tidak terlalu mendapatkan perhatian luas media massa di negeri ini. Padahal, kasus ini merupakan pertaruhan harga diri sebuah bangsa di forum internasional. Sebuah korporasi asing telah mengajukan gugatan hukum terhadap Republik Indonesia (RI) di forum arbitrase investasi internasional, tepatnya di International Centre for Settlement of Investment Dispute(ICSID) Washington, Amerika Serikat. Nilai gugatannya tidak main-main: 2 Miliar US$.
|
Korporasi yang menggugat Indonesia itu adalah perusahaan tambang batubara Inggris, Churcill Mining Plc. Perusahaan ini menggugat 6 pihak di Indonesia, yang kesemuanya adalah aparatur negara, yakni Presiden RI, Kementrian ESDM (Energi dan Sumber Daya mineral), Kementrian Kehutanan (Kemenhut), Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Kementrian Luar Negeri (Kemenlu) serta Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Timur. Perusahaan ini menggugat pemerintah RI setelah izin usaha tambangnya dicabut oleh Bupati Kutai Timur, Isran Noor, beberapa tahun lalu.
Selain menggugat melalui ICSID, Churcill Mining juga telah mengirim surat pada Presiden SBY berisi tuntutan ganti rugi dan perlindungan hukum bagi pihak Churcill bila pemerintah Indonesia tidak ingin gugatan arbitrase Churcill dilanjutkan. Bayangkan, begitu gigihnya perusahaan asing ini membela kepentingannya sampai-sampai mereka berani mengirim surat bernuansa ‘ancaman’ terhadap kepala negara dari sebuah negara yang sejara de jure berdaulat.
Perilaku perusahaan internasional semacam ini memang tidak aneh bagi negara berkembang seperti Indonesia, yang memang sudah puluhan tahun berada dibawah ‘ketiak’ perusahaan-perusahaan multinasional. Lalu, seperti apakah duduk persoalan kasus ini sebenarnya?
Manipulasi Fakta
Kasus ini bermula dari pencabutan izin kuasa pertambangan (KP) milik 4 perusahaan tambang batubara yang tergabung dalam Grup Ridhatama oleh Bupati Kutai Timur ditahun 2008. Keempat perusahaan ini, konon menurut klaim Churcill, mayoritas sahamnya (75%) dimiliki oleh mereka. Karena itulah mereka merasa dirugikan oleh kebijakan Bupati tersebut.
Namun tidak pernah ada bukti konkret yang menunjukkan kepemilikan Churcill atas mayoritas saham dikeempat perusahaan itu. Bahkan dalam berkas gugatan yang diajukan ke ICSID pun, pihak Churcill tidak menunjukkan bukti tentang hal itu.
Disisi lain, pihak Ridhatama sendiri membantah klaim Churcill tersebut. Dalam suratnya kepada Bupati Kutai Timur tiga tahun lalu, pimpinan grup ini menyatakan bahwa Grup Ridhatama berikut keempat perusahaan tambang yang memiliki KP di Kutai Timur 100% dimiliki oleh pihak lokal. Hal ini juga sesuai dengan undang-undang pertambangan 1967 yang tidak memperbolehkan pihak asing memiliki KP, karena perusahaan asing telah diberi ‘wadah’ sendiri dalam industri tambang nasional, yakni Kontrak Karya/KK (mineral) dan Perjanjian Karya Pengusahaan Pertambangan Batubara/PKP2B (batubara). Jadi, klaim Churcill bahwa mereka memiliki konsesi di Kutai Timur tidak dapat dipertanggungjawabkan.
Klaim Churcill itu juga dibantah oleh Bupati Kutai Timur, Isran Noor. Ia menyatakan bahwa tidak pernah ada hubungan hukum, kesepakatan maupun korespondensi antara Pemkab Kutai Timur dengan Chrucill Mining.
Adapun permasalahan antara Churcill Mining dengan Pemkab Kutai Timur muncul setelah adanya perselisihan antara perusahaan tersebut dengan mitra kerjanya, Grup Ridhatama tahun 2009 lalu. Sejak itulah Churcill Mining mengklaim memiliki investasi di Kutai Timur dan melemparkan tuduhan pada pemkab Kutai Timur terkait kegagalan aktivitas bisnisnya di Kutai Timur.
Sementara itu, terkait dengan pencabutan izin KP milik grup Ridhatama, Pemkab Kutai Timur beralasan bahwa hal itu didasari oleh laporan audit khusus Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) mengenai KP-KP yang dikeluarkan pada tahun 2006-2008. Audit BPK ini dilaksanakan sejak September 2008 dan mengeluarkan hasil berupa laporan yang mengindikasikan adanya lima KP yang palsu di Kabupaten Kutai Timur.
Kesimpulan BPK itu didasari oleh kode penomoran KP yang terbalik dan ternyata adalah kode penomoran surat. Selain itu, KP-KP itu juga tidak terdaftar pada catatan yang ada pada dinas pertambangan maupun planologi Kutai Timur.
Masalah lainnya ialah areal tambang KP-KP milik Ridhatama Grup itu juga bertumpang tindih dengan wilayah pertambangan yang telah dimiliki oleh perusahaan-perusahaan tambang yang tergabung dalam Nusantara Grup milik Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Prabowo Subianto. Fakta ini juga telah dimanfaatkan oleh Churcill dalam penyebaran informasi sepihak demi kepentingan mereka, bahwasanya pencabutan KP mereka (yang nyatanya milik Ridhatama) disebabkan oleh adanya pengaruh ‘orang kuat’ Indonesia. Yang dimaksud tentulah Prabowo.
Padahal, beberapa tahun sebelumnya pihak Nusantara Grup sendiri pernah melaporkan adanya penyerobotan lahan milik mereka oleh Ridhatama Grup ke polisi resort Kutai Timur. Namun, laporan mereka di berikan Surat Perintah Penghentian Penyelidikan (SP3) oleh kepolisian dengan alasan tidak ada tindak pidana dalam dugaan penyerobotan lahan tersebut.
Jadi hal ini kontradiktif dengan klaim dari Churcill bahwa Nusantara Grup dimiliki oleh ‘orang kuat’. Karena ternyata ‘orang kuat’ itu tidak bisa mempengaruhi hukum untuk berpihak padanya.
Disamping laporan BPK, menurut Pemkab Kutai Timur pencabutan KP-KP milik Ridhatama itu juga didasari oleh adanya surat dari Menhut kepada dirinya yang menyatakan bahwa kegiatan keempat perusahaan Ridatama itu dilakukan diatas kawasan hutan produksi. Sementara menurut peraturan perundangan yang berlaku, aktivitas pertambangan di hutan produksi hanya dapat dilakukan setelah mendapat izin pinjam pakai dari Menhut.
Faktanya, Menhut tidak pernah mengeluarkan izin pinjam pakai kepada empat perusahaan itu. Karena itu Menhut meminta Pemkab Kutai Timur untuk membekukan kegiatan pertambangan tersebut dan mencabut KP-KP dari perusahaan-perusahaan yang telah melakukan kegiatan tanpa izin pinjam pakai dari Menhut.
Oleh karena merasa ‘dilanggar’ hak-haknya, Grup Ridhatama pun mengajukan gugatan terhadap Bupati Kutai Timur ke Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN), Pengadilan Negeri, Pengadilan Tinggi, bahkan hingga Mahkamah Agung. Dan gugatan mereka digugurkan pada semua level peradilan tersebut.
Dimana Pemerintah?
Jadi, dalam kasus ini terlihat ada kejanggalan terkait klaim Churcill bahwa mereka memiliki saham diempat perusahaan Ridatama pemilik KP batubara yang dicabut izinnya oleh Bupati Kutai Timur. Bahkan, mereka pun mengklaim seluruh upaya hukum yang dilakukan Grup Ridatama di peradilan Indonesia dilakukan oleh mereka. Anehnya, kini mereka pun tengah bersengketa dengan pihak Ridatama di peradilan Tangerang.
Sebenarnya, klaim Chrucill Mining atas kepemilikan 75% saham di keempat perusahaan tambang Ridhatama itu mereka ungkapkan pertama kali di tahun 2008, ketika harga saham mereka yang tercatat di Alternative Investment Market (AIM) meningkat dengan sangat tinggi. Peningkatan harga saham itu dipicu oleh pengumuman pihak Churcill bahwa mereka telah menemukan deposit batubara terbesar kedua di Indonesia dan terbesar ketujuh di dunia. Lokasi deposit batubara itu ialah Kabupaten Kutai Timur.
Hal ini mengingatkan kita pada kasus Busang dahulu, dimana perusahaan tambang Kanada Bre-X mengumumkan telah menemukan deposit emas yang sangat besar di Kutai Timur sehingga harga saham mereka yang tercatat di bursa Kanada melonjak sangat tinggi.
Lalu, bagaimanakah relasi sebenarnya antara Churcill Mining dengan grup Ridhatama? Korelasi antara keduanya berawal ketika Churcill Mining membeli 100% saham PT Indonesia Development Coal (IDC) milik Andreas Rinaldi yang tiada lain merupakan pemilik dari Grup Ridatama pada tahun 2006. PT IDC ini menjadi perusahaan penanam modal asing (PMA) yang mendapatkan surat persetujuan investasi dari BKPM dengan bidang usaha jasa penunjang pertambangan umum.
Jadi, IDC bukanlah perusahaan pertambangan, melainkan perusahaan jasa penambang atau kontraktor di area KP milik Grup Ridhatama. Hal ini juga turut membantah klaim Churcill yang menyatakan bahwa mereka memiliki investasi langsung di Kutai Timur. Yang memiliki investasi langsung ialah Grup Ridatama, dan bukannya Churcill.
Berdasarkan berbagai manipulasi fakta yang dilakukan Churcill, pihak Bupati Kutai Timur pun merasa dalam posisi yang benar dan siap melawan gugatan Churcill di forum ICSID.
“Saya akan melawan! Tidak ada negosiasi dengan mereka (Churcill), bagi saya haram hukumnya untuk negosiasi,” ujar Bupati Isran Noor dalam kesempatan Press Conference di kantor Asosiasi Pemerintah Kabupaten seluruh Indonesia (Apkasi), Jakarta (15/06/2012).
Sikap Bupati ini cukup berani, mengingat melawan gugatan korporasi multinasional di arbitrase internasional tidaklah mudah. Namun, sayangnya, keberanian yang sama tidak ditunjukkan (atau bahkan tidak dimiliki) oleh pihak pemerintah pusat. Hingga kini, belum pernah terdengar statement atau rencana yang jelas dari Presiden maupun para menteri yang turut menjadi tergugat dalam menghadapi korporasi yang berasal dari bekas negara penjajah dengan koloni terluas dimuka bumi itu.
Padahal, hal ini menyangkut harga diri, martabat bahkan kedaulatan bangsa, yang terus mau digerogoti oleh sebuah perusahaan asing yang berperilaku manipulatif. Bandingkan dengan sikap Presiden Venezuela atau Presiden Argentina ketika menghadapi gugatan korporasi multinasional di arbitrase. Mereka berani ‘memasang badan’ demi menjaga kedaulatan negerinya masing-masing.
Kita memang hanya bisa malu sendiri bila karakter dan tabiat pemimpin negara kita dibanding-bandingkan dengan pemimpin negara lain yang jauh lebih berani dan progresif dalam menegakan kedaulatan negaranya.
HISKI DARMAYANA, Penulis adalah kader Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Sumedang dan kini bekerja di media berita tambang dan energi, Petromindo.com
|
Riwayat Proyek PT Freeport Indonesia
1936
Ekspedisi Colijn, termasuk Jean-Jacques Dozy, merupakan kelompok luar pertama yang mencapai gunung gletser Jayawijaya dan menemukan Ertsberg.
| |
1960
Ekspedisi Freeport dipimpin Forbes Wilson & Del Flint menjelajah Ertsberg.
1963
Serah terima Nederlands Nieuw-Guinea dari pihak Belanda ke PBB, yang pada gilirannya mengalihkannya ke Indonesia.
Rencana proyek tambang ditangguhkan akibat kebijaksanaan rezim Soekarno.
1966
Peralihan kekuasaan penuh dari Presiden Soekarno kepada Jenderal Soeharto. Pembentukan pemerintahan baru yang mendorong investasi sektor swasta serta langkah-langkah reformasi ekonomi lainnya.
Freeport diundang ke Jakarta untuk pembicaraan awal mengenai kontrak tambang di Ertsberg.
1967
Penandatanganan Kontrak Karya untuk masa 30 tahun, yang menjadikan PTFI sebagai kontraktor eksklusif tambang Ertsberg di atas wilayah 10 km persegi.
1969
Negosiasi kontrak penjualan jangka panjang dan perjanjian proyek pendanaan. Studi kelayakan selesai dan disetujui.
1970
Pembangunan proyek berskala penuh dimulai.
1972
Uji coba pengapalan pertama ekspor konsentrat tembaga dari Ertsberg.
1973
Peluncuran proyek, dan lokasi kota dinamakan Tembagapura. Proyek Ertsberg mulai beroperasi.
1975
Kegiatan eksplorasi dimulai atas cadangan bawah tanah tembaga pada Gunung Bijih Timur (GBT).
1976
Pemerintah Indonesia membeli 8,5% saham PTFI dari Freeport Minerals Company dan investor lain.
1978
Studi kelayakan proyek tambang bawah tanah GBT disetujui.
1981
Tambang bawah tanah GBT mulai beroperasi.
1985
Tambahan cadangan tembaga bawah tanah ditemukan di bawah tambang bawah tanah GBT.
1987
Setelah mengalami beberapa kali pengembangan produksi rata-rata meningkat menjadi 16.400 ton/hari dua kali lipat dari rencana awal pada tahun 1967 cadangan total menjadi 100 juta ton metrik.
JJ. Dozy (kanan) bersama rekannya Frits J. Wissel dan pimpinan ekspedisi, Dr. Anton H. Coljin.
Tim Coljin memanfaatkan pesawat tua milik Batafsche Petroleum Maatschappij (BPM), sebuah perusahaan minyak.
Ekspedisi Wilson menggunakan 14 perahu kano dan 44 pendayung Kamoro untuk mengangkut manusia dan barang melalui Sungai Mawati ke arah hulu di kaki pegunungan.
Jan Ruygrok, anggota tim Wilson, seorang mantan AL Belanda, mengayuh pedal utnk generator listrik agar dapat menyalakan radio untuk mengirimkan laporan serta meminta bantuan logistik.
Ertsberg, 1967.
1988
Cadangan Grasberg ditemukan, melipatgandakan cadangan total menjadi 200 juta ton metrik.
1989
Perluasan hingga 32.000 ton/hari disetujui, dan kajian untuk perluasan hingga 52.000 selesai.
Pemerintah Indonesia mengeluarkan izin untuk melakukan eksplorasi tambahan di atas 61.000 hektar.
1990
Pekerjaan konstruksi berlanjut atas perluasan hingga 52.000 ton/hari.
1991
Penandatanganan Kontrak Karya baru dengan masa berlaku 30 tahun berikut dua kali perpanjangan 10 tahun ditandatangani bersama Pemerintah Indonesia.
Hingga akhir tahun, total cadangan berjumlah hampir 770 juta ton metrik.
1992
Kajian perluasan hingga 90.000 ton/hari disetujui. Sementara produksi rata-rata sebesar 58.000 ton/hari, pekerjaan berlanjut untuk meningkatkan kapasitas hingga 66.000 ton/hari.
1993
PTFI melakukan privatisasi atas beberapa aset non-tambang tertentu.
Peningkatan hingga 115.000 ton/hari disetujui.
FCX membeli RTM (pabrik peleburan di Spanyol).
Hingga akhir tahun, total cadangan mencapai hampir 1,1 miliar ton metrik.
1994
Studi Dampak Lingkungan Hidup 160.000 ton/hari PTFI disetujui.
Pengumuman tentang usaha patungan pabrik peleburan PT Smelting di Gresik.
1995
PTFI menandatangani kerjasama dengan Rio Tinto.
Kota baru di dataran rendah, Kuala Kencana, diresmikan.
Bersamaan dengan Konsentrator #3, peningkatan hingga 125.000 ton/hari yang melebihi rencana selesai sebelum waktunya dan di bawah anggaran.
Kegiatan eksplorasi berlanjut yang bersebelahan dengan kegiatan operasional mengidentifikasi daerah-daerah baru yang memiliki potensi mineralisasi yang signifikan, yakni "Segitiga Emas".
Penambahan tambang bawah tanah Grasberg meningkatkan cadangan menjadi 1,9 miliar ton metrik hingga akhir tahun.
1996
Upaya eksplorasi memberi hasil sangat baik dengan penambahan cadangan Kucing Liar; hingga akhir tahun, total cadangan mencapai lebih 2 miliar ton metrik.
PTFI mulai ikut serta di dalam Rencana Pengembangan Timika Terpadu dari Pemerintah, dengan sumbangan satu persen dari pendapatan setiap tahun (dana 1%).
PTFI melakukan audit sosial dan lingkungan hidup secara sukarela dengan hasil yang positif.
Komitmen membangun sarana-sarana bagi Pemerintah Indonesia menghasilkan peningkatan pengamanan bagi personil dan kegiatan operasional.
Perluasan Konsentrator # 4 disetujui.
1997
Audit Sosial oleh Labat Anderson diserahkan kepada PTFI dan Kementerian Lingkungan Hidup, dan revisi dilakukan terhadap penyelenggaraan FFIJD agar lebih tanggap terhadap kebutuhan pembangunan di desa-desa.
PTFI mendapatkan izin perluasan hingga 300.000 ton/hari.
Pekerjaan perluasan Konsentrator # 4 berlanjut.
Tambahan cadangan hingga akhir tahun terdiri dari 2,6x produksi tembaga dan 3x produksi emas untuk tahun 1997, terutama tambahan dari Kucing Liar.
1998
PT Smelting yang 25% kepemilikannya dikuasai PTFI mulai beroperasi di Jawa Timur. PTFI memasok seluruh kebutuhan konsentratnya.
Perluasan Konsentrator #4 selesai dan mulai beroperasi. PTFI melakukan program operasional "Hunker Down and Go" (Bertahan dan Maju) di tengah iklim harga komoditas rendah, dengan mencapai rata-rata lebih 196.000 ton/hari, dan produksi logam mencapai rekor, serta biaya produksi tunai neto yang rendah.
Tambahan cadangan yang cukup signifikan berasal dari DOZ dan Kucing Liar meningkatkan cadangan total menjadi hampir 2,5 miliar ton metrik.
1999
Audit Lingkungan Hidup oleh Montgomery-Watson selesai, yang menemukan bahwa sistem pengelolaan lingkungan hidup yang dikembangkan dan dilaksanakan oleh PTFI merupakan "teladan dan contoh bagi industri pertambangan."
Kegiatan operasional mencetak rekor produksi logam serta biaya tunai satuan.
Proyek bawah tanah DOZ dengan kapasitas 25,000 ton/hari disetujui dan diluncurkan.
2000
MoU tentang sumber daya sosial ekonomi, HAM, hak ulayat, dan hak lingkungan hidup diumumkan oleh pimpinan LEMASA (lembaga masyarakat suku Amungme), LEMASKO (lembaga masyarakat suku Kamoro) dan PTFI.
Pembangunan tambang bawah tanah DOZ dimulai.
Produksi tembaga mencapai rekor dengan lebih 1,64 miliar pon tembaga.
2001
FCX dan PTFI menandatangani perjanjian sukarela khusus Dana Perwalian bersama warga Amungme dan Kamoro yang tinggal dekat wilayah kegiatan tambang, dengan menyumbang jumlah awal sebesar $2,5 juta AS, dan selanjutnya $1 juta AS setiap tahun.
Tingkat produksi pabrik pengolahan (mill) mencapai rekor dengan hampir 238.000 ton/hari serta produksi emas rata-rata setiap tahun mencapai hampir 3,5 juta ons.
2002
Produksi tembaga mencapai rekor dengan 1,8 miliar pon tembaga.
Tambang bawah tanah DOZ mencapai produksi berkelanjutan sebesar 25.000 ton/hari.
PTFI menyerahkan kepada Pemerintah Indonesia hasil kajian Penilaian Resiko Lingkungan Hidup dari sistem pengelolaan tailing yang menetapkan bahwa dampak lingkungan hidup sesuai dengan yang diperkirakan pada AMDAL 1997, dan disetujui oleh Pemerintah.
2003
Peningkatan DOZ hingga 35.000 ton/hari disetujui dan selesai.
Peristiwa longsor di tambang terbuka Grasberg berdampak terhadap kegiatan Kuartal 4.
Biaya produksi tunai netto rata-rata mencatat rekor kredit sebesar 2¢ per pon tembaga.
2004
2004 Kegiatan pembersihan di tambang terbuka Grasberg selesai, dan kegiatan operasional dilanjutkan dengan penambangan pada bagian berkadar tinggi tambang Grasberg. DOZ beroperasi pada tingkat 43.600 ton/hari, melebihi kapasitas rancangan sebesar 35.000 ton/hari; peningkatan hingga 50.000 ton/hari disetujui.
2005
2005 Hasil berkadar tinggi dari Grasberg menyebabkan jumlah produksi yang hampir mencapai rekor sebesar 1,6 miliar pon tembaga dan 3,4 juta ons emas.
DOZ tetap beroperasi pada tingkat 42.000 ton/hari, melebihi kapasitas rancang.
Pengembangan cadangan Big Gossan disetujui.
Audit lingkungan hidup eksternal tiga tahunan yang dilakukan Montgomery-Watson-Harza menyimpulkan bahwa praktek pengelolaan lingkungan hidup perusahaan masih berdasarkan (dan dalam berbagai hal mewakili) praktek pengelolaan terbaik untuk industri pertambangan tembaga dan emas secara internasional.
2006
PTFI mencatat rekor hasil keuangan akibat harga tembaga dan emas mencapai tingkat tertinggi setelah beberapa tahun.
DOZ beroperasi pada tingkat 45.000 tpd, di atas kapasitas desain awal.
PTFI juga mencatat rekor triwulan dengan tingkat mill mencapai 246.500 tpd.
2007
Dengan pasar komoditas dunia yang menguat, PTFI kembali membukukan rekor hasil keuangan. PTFI juga mencatat beberapa pencapaian lain, termasuk tingkat operasi pertambangan DOZ kali ini mencapai 53.500 tpd, dan tingkat recovery di mill mencapai 90,5%.
Ekspansi DOZ menuju 50.000 tpd dicapai pada pertengahan 2007.
Audit resertifikasi ISO14001 selesai.
2008
Setelah triwulan pertama dengan harga-harga komoditas yang kuat, hasil keuangan PTFI mengalami penurunan yang mendadak akibat harga komoditas dan kondisi ekonomi yang terjadi mulai pertengahan September. Volume menunjukkan akses yang terbatas kepada bagian high-grade dari Grasberg pit sebagai akibat dari slip skala kecil yang terhadi pada awal September.
| |
Minggu, 17 Juni 2012
Antara Serdadu Israel dan Hitler

"Aku harus segera pulang. Ibuku sedang menungguku. Ia pasti khawatir kalau aku tidak segera pulang," kata Mona, gadis Palestina 9 tahun sembari mendekap perutnya yang berlubang dan mengucurkan darah segar akibat ditembak tentara Israel. Di tangan yang satunya masih tergenggam permen coklat yang baru dibelinya di kedai di ujung kampung.
Seorang tenaga medis yang kemudian datang menggendongnya tahu persis apa yang tengah di hadapi Mona, yaitu maut yang tidak mungkin lagi dielakkan. Bahkan bagi seorang laki-laki dewasa yang sehat, tertembak di bagian perut oleh tembakan jarak dekat, kecuali segera mendapat pertolongan intensif, akan membawa kepada kematian. Bukan kematian yang biasa karena kematian yang dihadapi adalah kematian yang diiringi dengan rasa sakit yang sangat hebat.
Namun Mona, dengan kepolosannya, masih dapat memikirkan ibunya, yang mungkin akan marah jika melihat baju barunya kotor karena rembesan darah yang mengucur deras dari lukanya.
"Aku harus segera pulang. Ibuku pasti khawatir karena aku tidak segera pulang." Tidak lama kemudian Mona, gadis kecil yang tidak berdosa itu pun menghembuskan nafasnya yang terakhir dengan tangan masih menggenggam permen coklat.
Di sudut lain tidak jauh dari tempat Mona menghembuskan nafasnya, seorang tentara Israel yang telah menembak Mona, memandang dingin drama kemanusiaan yang menyayat hati itu. Ia, satu di antara sebagian besar orang Israel yang memandang nyawa orang-orang Palestina tidak lebih berharga daripada seekor lalat.
Di tempat lain, di waktu lain di Gaza Palestina, tepatnya pada tgl 15 Oktober 1994, Iman Darweesh Al Hams, gadis Palestina berumur 13 tahun tengah tergeletak di tanah dengan wajah tertelungkup. Ia menderita luka-luka karena tembakan patroli pasukan Israel yang memergokinya. Kemudian datanglah seorang perwira Israel berpangkat kapten. Dengan dingin ditembaknya Iman dari jarak dekat. Selanjutnya dengan tenang sang kapten memberikan perintah kepada pasukannya melalui radio, "Ini komandan. Setiap benda yang bergerak di dalam zona pengawasan, bahkan jika benda itu adalah seorang anak kecil berumur tiga tahun, harus dibunuh."
Seorang serdadu yang masih mempunyai hati nurani melaporkan tindakan sang kapten ke mahkamah militer. Sang kapten pun harus menjalani tiga persidangan militer dalam jangka waktu 2 tahun sejak kejadian penembakan. Dan tebak apa yang didapatkan oleh sang kapten kemudian? : Promosi menjadi Mayor dan ganti rugi senilai 83.000 shekel.
Saya ingat dengan kisah tentang Profesor Roger Garraudy, seorang muallaf asal Perancis saat masih muda. Ketika itu, ketika terjadi perang kemerdekaan Aljazair, Garraudy muda yang kala itu menjadi kader komunis, turut membantu pejuang Aljazair melawan tentara kolonial Perancis. Suatu saat ia tertangkap pasukan kolonial dan langsung dijatuhi hukuman mati.
Komandan pasukan kolonial memerintahkan para serdadu lokal untuk mengeksekusi Garraudy. Serdadu-serdadu lokal itu, yang beragama Islam, menolak dengan alasan orang Islam tidak membunuh orang yang sudah menyerah dan tidak bersenjata. Akhirnya, Garraudy pun urung dihukum mati. Dan karena terkesan dengan sikap para serdadu lokal Aljazair, Garraudy tertarik untuk mempelajari Islam. Roger Garraudy kemudian dikenal sebagai pembela rakyat Palestina yang tangguh.
Saya juga ingat dengan Hitler yang telah memerintahkan pasukannya untuk tidak "menghabisi" pasukan ekspedisi Inggris dan sisa-sisa pasukan Perancis yang terkepung di kota pantai Dunkirk di masa awal Perang Dunia II. Akibatnya ratusan ribu pasukan Inggris dan Perancis itu berhasil menyelamatkan diri dengan berlayar ke Inggris dan kembali berperang melawan Jerman.
Boleh jadi Hitler berusaha membujuk Inggris dan Perancis untuk tidak melibatkan diri dengan masalah yang sedang dihadapi Jerman dengan Polandia dan Uni Sovyet yang menurut Hitler telah menjadi "jew occupied nations" atau negara-negara yang jatuh dalam kekuasaan keji kaum yahudi dan karenanya harus dibebaskan. Namun yang pasti, Hitler masih lebih manusiawi dibanding sang kapten tentara Israel. Setidaknya Hitler tidak menembak mati seorang gadis berumur 13 tahun yang tengah terluka dan tergeletak di tanah dengan wajah tertelungkup.
Catatan:
Dalam rangka membujuk Inggris untuk tidak melibatkan diri dalam perang, Hitler mengutus wakilnya, Rudolf Hess untuk bernegosiasi dengan pemerintah Inggris. Namun bukannya menyambut Hess sebagai tamu negara pembawa perdamaian, Hess justru ditahan bak seorang kriminal dan kemudian dibunuh secara diam-diam di dalam tahanannya.
Hitler membunuh 6 juta orang yahudi? Anda pasti bercanda. Pada tahun 1990 lalu pemerintah Polandia telah merevisi jumlah korban holocoust di Polandia dari 4,5 juta menjadi 1,5 juta. Dan Anda masih berteriak-teriak 6 juta orang? Selain itu para pemujaholocoust tidak pernah bisa membuktikan satu orang pun, hanya satu orang saja di antara jutaan yang dituduhkan, yang meninggal karena gas beracun Jerman. Dan Anda masih berteriak-teriak 6 juta orang?
Keterangan gambar: Jenazah Mona dan ibunya.
"Useful Idiots"
Orang-orang yang Disebut "Useful Idiots"

---------
”Ayah, saya harus mengakui bahwa pada saat itu saya menyukai membunuh orang," pengakuan Che Guevara tentang pembunuhan pertama yang dilakukan Che terhadap seorang lawan politiknya, dengan menembaknya di kepala.
---------
Mungkin John Reed, wartawan Amerika peliput peristiwa sejarah Revolusi Bolshevik, merasa bangga dengan dedikasinya kepada komunisme. Karena buku karangannya, "Ten Days That Shocked the World", namanya termasyur di seluruh dunia. Negara Uni Sovyet pun mengangkatnya sebagai pahlawan. Namun apabila ia tahu apa tanggapan Lenin dan para pemimpin Uni Sovyet tentang orang-orang sepertinya, orang liberal Amerika yang bersimpati kepada komunisme, ia pasti akan menangis. Oleh Lenin ia dan orang-orang sepertinya dicap sebagai "orang-orang idiot yang bermanfaat" (useful idiot).
Lenin, sebagaimana para pemimpin komunis Uni Sovyet berdarah yahudi, tahu apa hakikat dari komunisme: alat yang efektif untuk menghancurkan tatanan lama seperti negara, bangsa, dan agama, untuk digantikan dengan tatanan baru dimana orang-orang yahudi menjadi penguasanya.
Untuk itu semua, dalam rangka menghancurkan suatu bangsa dengan segala sejarahnya yang telah terbentuk ratusan tahun, komunisme selalu menerapkan satu pola strategi yang sama di manapun berada: pembunuhan besar-besaran atas masyarakat terdidik dan meninggalkan sisanya orang-orang bodoh dan kriminal yang mudah dikendalikan.
Maka beruntunglah William Dudley Pelley, seorang wartawan Amerika lainnya yang dikirim untuk meliput komunisme Uni Sovyet paska revolusi Bolshevik tahun 1918. Dengan mata kepala sendiri Pelley menyaksikan kekejian orang-orang komunis. Mereka membantai rakyat Rusia, orang-orang kristen yang taat dan sederhana, dengan keji. Pelley menyaksikan mayat-mayat, termasuk wanita dan anak-anak berjejer di sepanjang jalan di kota-kota hingga di pelosok desa. Ia juga menyaksikan cara-cara pembunuhan yang paling keji: para petani disula dan disalib di jendela rumahnya sendiri. Ia juga menyaksikan pembantaian di satu sekolah anak-anak. Orang-orang komunis menyerbu satu ruangan yang penuh dengan anak-anak dan gurunya, menembakinya dalam jarak dekat hingga darah dan ceceran otak terserak hingga atap.
Meski angkanya berbeda-beda (berkisar antara 20 juta hingga 100 juta), para ahli sejarah sepakat rejim komunis Sovyet telah membunuh puluhan juta rakyat Rusia. Komunisme Cina juga telah membunuh puluhan juta rakyat Cina dalam satu gerakan politik yang disebut dengan Revolusi Kebudayaan pada tahun 1960-an. Ditambah pembunuhan-pembunuhan massal yang terjadi di Indochina, Amerika Latin, Afrika dll, maka komunisme adalah mesin pembunuh massal terbesar dalam sejarah manusia.
Atas kekejian itu Palley menjadi sadar apa hakikat dari komunisme yang sebelumnya ia kagumi. Ia berbalik haluan menjadi seorang penentang komunisme yang gigih. Ia bukan lagi "orang bodoh yang bermanfaat" sebagaimana John Reed. Bukunya yang berjudul "Dupes Of Judah - A Challenge To The American Legion - Shall we go to War this time to save Germany’s Jews or Sassoon’s Yellow River Dope Trade?" menjadi karya fonumental yang membongkar sisi gelap komunisme serta motif di belakang terjadinya berbagai peperangan besar di dunia.
Kini "useful idiot" telah berbubah menjadi beberapa bentuk. Salah satunya adalah sekelompok orang yang menamakan diri "Anti Racist Activists" (ARA).
Mereka umumnya berkulit putih Amerika Utara, pengangguran atau pekerja paruh waktu, pengguna obat-obatan terlarang yang setiap akhir pekan berkumpul mengadakan aksi-aksi demonstrasi yang sering berujung kekerasan. Mereka lebih suka menyerang orang-orang kulit putih anti-yahudi/zionisme/globalisasi/neo-liberalisme/perang.
Mereka bekerja untuk melindungi kepentingan yahudi yang terancam akibat terbongkarnya praktik-praktik jahat dan konspirasi orang-orang yahudi dalam berbagai peristiwa kejahatan di dunia akhir-akhir ini (Skema Ponzi Bernard Madoff, krisis keuangan global, Tragedi WTC, dll). Terima kasih kepada internet, media massa bebas terakhir yang masih bertahan yang telah membongkar kejahatan-kejahatan itu. Berkat internet, pendaratan manusia ke bulan juga telah terbongkar sebagai hoax belaka. Program super mahal pendaratan manusia ke bulan, bersama peperangan-peperangan yang dilakukan Amerika merupakan faktor penting penyumbang defisit keuangan pemerintah Amerika yang harus ditutupi dengan hutang kepada para kapitalis yahudi dengan bunga yang mencekik leher rakyat.
Dalam aksi-aksinya para aktivis ARA biasanya bergaya hippies dengan bandana dan penutup wajah di kepala, menggemari musik rock grunge, menyerukan gerakan cinta lingkungan secara ekstrim. Mereka tidak pernah benar-benar bekerja untuk hal-hal yang mereka gembar-gemborkan. Fantasi mereka tentang masyarakat egaliter sebagaimana impian Karl Marx sebenarnya hanyalah ilusi dan tidak lebih dari upaya perbudakan seluruh umat manusia oleh segelintir penguasa jahat. Para penguasa komunis hidup sebagai kasta tertinggi struktur sosial masyarakatnya. Di korea Utara negara komunis itu bahkan telah menjadi kerajaan dimana kekuasaan diturunkan dari seorang ayah ke anaknya.
Para aktifis ARA jarang mengutuk Israel atas kebiadabannya di Palestina. Mereka justru menyerang siapapun yang menunjukkan ekspresi kebencian terhadap Israel atau yahudi.
Dalam satu hal, orang-orang ini mengidap sindrom stockholm. Mereka menjadi sandera tapi kemudian malah jatuh cinta kepada penyanderanya. Negara dan masyarakat barat telah kacau balau dan moralitas mereka telah dijungkirbalikkan (Baru-baru ini terdengar berita adanya pesta seks yang dilakukan ratusan orang di rumah seorang bangsawan Inggris. Seks telah menjadi acara game show di televisi-televisi barat). Dan mereka menyukai semua kondisi ini. Mereka rela menjadi prajurit di baris depan untuk mempertahankan semua kondisi ini.
Dalam impiannya mereka mengira sebagai orang-orang yang melakukan perubahan besar, namun tampak jelas mereka hanya menderita demam impian.
ARA terlibat dalam aksi teror terhadap Ernst Zundel, warga Kanada kelahiran Jerman yang berani membantah kebonongan dongeng holocoust. Aksi teror paling keji mereka adalah membakar habis rumah Zundel, dan polisi Kanada (salah satu jew enslaved nation) tidak melakukan tindakan yang sesuai terhadap para pelaku. Merasa terancam Zundel menyelamatkan diri ke Amerika dengan harapan negara ini masih menjunjung tinggi kebebasan berbicara sebagaiman dijamin dalam konstitusinya. Namun Zundel keliru. Pemerintah Amerika (another jew enslaved goverment) menangkapnya dan mendeportasinya ke Jerman (the most jew enslaved nation), negeri yang menjamin setiap penentang Israel, yahudi dan holocoust akan dipenjara.
Jika Anda orang Jerman dan belum mengalami "mati otak" tentu akan seperti Zundel juga. Setiap saat Anda menonton televisi Anda disuguhi dengan film-film tentang holocoustdisertai tuduhan kepada rakyat bangsa Anda sebagai penjahat perang. Jika pun tuduhan itu benar, Anda pasti akan muak dan tidak tahan untuk memberontak. Apalagi jika Anda tahu kalau tuduhan itu adalah rekayasa penuh tipuan.
Che Guevara
Salah satu idola para "useful idiots" adalah Che Guevara. Ia orang yang kebingungan yang merasa "cool" dengan melakukan "pemberontakan" terhadap kemapanan. Dengan rambut gondrongnya, bandananya, dan motor trailnya.
Para idiot itu tentu tidak tahu kalau Che hanyalah seorang kriminal pembunuh rasis. Suatu saat ia menulis surat kepada ayahnya: "Ayah, saya harus mengakui bahwa pada saat itu saya menyukai membunuh orang." Pada saat yang lain ia menembak seorang anak lelaki 12 tahun di leher belakangnya hingga nyaris putus.
Pada saat lain ia menulis: "Orang-orang kulit hitam, contoh mengagumkan dari ras Afrika yang berhasil mempertahankan kemurnian rasnya berkat kejorokan mereka... orang-orang kulit hitam adalah para pemalas dan pemimpi yang menghabiskan sebagian besar hidupnya dengan minuman keras."
Selain rasis, Che juga seorang totaliterian. Totalitaria down to his body hairs, totaliter hingga ke ujung rambutnya, demikian tulis Regis Rubray, seorang penulis Perancis. Che tidak pernah memprotes pembunuhan massal yang dilakukan kamerad-kameradnya, Stalin atau Mao Zedong atau Pol Pot.
Dan tragisnya semua kekaguman kepada Che hanya bersumber pada poto Che yang dibuat oleh fotografer Alberto Korba. Untuk foto itulah para "idiot berguna" itu mencurahkan tenaga dan pikirannya membela yahudi.
Ghost of Ezra Pound
Hantu Ezra Pound

Dikembangkan dari artikel "Ghost of Ezra Pound" karya John Kaminski dalam situs Incogman, 28 Juni 2009.
Hantu dari sastrawan Ezra Pound telah mengajak kita untuk memasuki "perpustakaan berkabut" dari pikiran kita, khususnya ke bagian yang telah disembunyikan oleh sekolah-sekolah publik dan media massa, sebagaimana juga oleh kebanyakan "website internet progresif".
Ezra, siapa? Pound adalah "guru besar" yang telah membimbing sastrawan-sastrawan paling cemerlang Amerika di abad 20: Ernest Hemingway, T.S. Eliot dan sebagainya. Ia adalah pendiri aliran sastra yang disebut modernisme . Namun selain sebagai sastrawan, ia juga aktivis politik yang tangguh sekaligus peneliti sejarah kebudayaan-kebudayaan kuno. Selama perang dunia II Pound menyiarkan keborokan-keborokan Amerika dan menyebarkan ajakan menentang sistem perbankan global. Untuk itu ia diadili dengan tuduhan pengkhianatan dan dihukum 13 tahun hidup di klinik perawatan jiwa. Saat ini, pesan-pesannya tampak semakin jelas dari sebelumnya.
Hantu dari Ezra Pound telah menyampaikan pesan tentang sebuah catatan kuno yang terlupakan: “Admonitions of an Egyptian Sage from a Hieratic Papyrus in Leiden,” yang telah diterjemahkan oleh Alan H. Gardiner pada tahun 1909:
“Negeri mesir tengah dalam kesengsaraan, sistem sosial tidak bekerja, kerusuhan terjadi di mana-mana. Orang-orang asing memangsa rakyat yang tidak berdaya, orang-orang kaya dijarah hartanya dan diusir dari rumahnya oleh orang-orang miskin. Ini bukan bencana lokal, melainkan bencana nasional. Anehnya sang raja fir'aun tidak berdaya apapun."
Mengetahui bahwa penasihat yahudi raja fir'aun telah menghentikan mimpi-mimpinya, hantu Ezra Pound menarik sebuah lembaran berdebu, Ipuwer Papyrus yang terkenal yang di dalamnya tertulis:
"Kota-kota telah hancur, tahun-tahun penuh dengan kebisingan. Kebisingan yang tiada henti. Ikan di danau dan sungai-sungai telah mati. Cacing-cacing dan serangga serta reptil berkembang biak tak terkendali."
Hantu Ezra Pound berkomentar, "Peristiwa-peristiwa yang sangat janggal. Tidak ada pertempuran, kerajaan tidak diserang oleh siapapun. Deskripsinya sangat janggal sebagaimana Revolusi Perancis dan Revolusi Komunis Rusia ... orang-orang kaya dijarah harta bendanya dan terusir dari rumahnya. Ada juga hal-hal yang paralel dengan Amerika modern ... ikan-ikan di danau-danau dan sungai-sungai mati .... kebisingan yang tiada akhir."
Ia kemudian membaca bagian dari tulisan sejarahwan Mesir abad V SM, Manetho: "Sekelompok orang miskin berasal dari timur (bangsa yahudi keturunan Nabi Ishak yaitu nabi Yusuf dan saudara-saudaranya), yang telah mendapatkan kesempatan untuk memasuki negeri ini, dan dengan kakuatannya menguasai negeri ini, tanpa kesulitan atau bahkan tanpa pertempuran."
Manetho menambahkan, "selama 511 tahun, bangsa yahudi menjadi bangsawan di Mesir, mengambil semua yang mereka inginkan dari rakyat Mesir yang tertindas, dan memancing permusuhan dengan tingkah mereka yang arogan di hadapan rakyat Mesir yang dikhianati. Dan akhirnya para pemimpin Mesir berhasil melakukan pemberontakan untuk menumbangkan kekuasaan yahudi. Selanjutnya bangsa Mesir memperbudak orang-orang yahudi sebagai bentuk hukuman."
"Selanjutnya datanglah masa Musa, saat orang-orang yahudi mengeluhkan nasib mereka sebagai budak di Mesir. Dan untuk menghentikan masa perbudakan mereka, Musa mengajukan petisi untuk membawa orang-orang yahudi ke Palestina untuk melanjutkan kehidupan nomadennya."
Itu adalah catatan-catatan pertama tentang apa yang telah dilakukan orang-orang yahudi dan akibat yang mereka tanggung. Hal itu terus-menerus terjadi di waktu-waktu dan tempat-tempat yang berbeda. Nebucadnezar II, raja Babilonia terbesar telah lama mendengar praktik-praktik keji yahudi di Palestina. Maka ia mengirimkan pasukan menyerbu Palestina dan membawa 30.000 orang yahudi sebagai budak ke Irak. Dalam waktu tidak lebih dari 50 tahun kemudian, kerajaan Babilonia pun runtuh karena pengkhianatan.
Dalam satu catatan di atas daun papirus yang ditemukan di Oxyhynchus, Mesir, seorang pejabat Romawi, Hermaiscus mencoba mengingatkan Kaisar Trajan tentang bahayanya membiarkan kekuasaan orang-orang yahudi membesar. Kepada kaisar ia berkata, “Ini mengkhawatirkan saya melihat kabinet Anda dipenuhi oleh orang-orang yahudi."
Apa yang dilakukan Hermaiscus sama dengan yang dilakuan Haman, pejabat kerajaan Persia yang mengingatkan Raja Cyrus tentang orang-orang yahudi. Nasib keduanya saja, dihukum mati. Cerita kematian Haman dapat dilihat di kitab perjanjian lama.
Hal yang sama terulang lagi di masa kekuasaan Julius Caesar di Romawi. Setelah gagal mengingatkan Caesar tentang orang-orang yahudi, Brutus dan para pejabat Romawi pun memutuskan membunuh Caesar. Namun itu semua tidak berhasil menghentikan orang-orang yahudi untuk melakukan konspirasinya menghancurkan kekaisaran Romawi. Hal ini dapat dilihat di buku The History Of The Decline And Fall Of The Roman Empire karya sejarahwan terkenal abad 18, Edward Gibbons.
Gibbons menulis penyebab keruntuhan Romawi sbb:
1. Angka perceraian yang tinggi yang menghancurkan organisasi sosial terkecil, yaitu keluarga.
2. Pajak yang meningkat tajam yang menghancurkan kestabilan ekonomi dan vitalitas negara. Pajak yang meningkat ini digunakan untuk membiayai belanja pemerintah yang defisit, membeli makanan dan kampanye pengalihan perhatian masyarakat seperti hiburan gratis. Seiring semakin tingginya masalah yang dihadapi negara, pemerintah semakin sering mengadakan pertunjukan-pertunjukan olahraga dan gladiator untuk mengalihkan perhatian publik.
3. Gaya hidup kalangan atas yang samakin mewah dan tak terkendali seperti pesta seks dan adu manusia.
4. Merosotnya kepercayaan rakyat baik kepada agama maupun kepada negara yang akhirnya mendorong kepada chaos dan disintegrasi.
5. Adanya konspirasi tersembunyi di belakang pemerintah yang secara diam-diam menggerogoti kekuasaan pemerintah. Konspirasi ini bekerja diam-diam dan tak terlihat publik.
Murid Ezra Pound, Eustace Mullins pernah berkata, "Rakyat Amerika harus menanggung beban ratusan miliar dolar hutang karena kita telah membiarkan orang-orang asing mengambil alih sistem moneter kita. LSM-LSM yahudi penyebar kebencian seperti Anti Defamation League menuduh Mullins sebagai anti-semit dan “conspiricy theorist”
Eustace Mullins adalah manifestasi hantu Ezra Pound. Atas dorongan Ezra, Mullins bekerja selama bertahun-tahun melalui studi kepustakaan terutama di Congress Library untuk membongkar konspirasi jahat seputar pembentukan bank sentral Amerika. Hasilnya adalah karya monumental "SECRETS OF THE FEDERAL RESERVE - The London Connection".
Narasi tentang hantu Ezra Pound di atas adalah dikutip dari buku karya Mullins "New History of Jews" yang ditulis tahun 1968. Karya ini memaparkan bangkit dan runtuhnya kerajaan-kerajaan besar di dunia selama berabad-abad dari kerajaan Mesir kuno hingga saat ini. Secara mengejutkan Ezra Pound menemukan pola yang sama dari bangkit dan runtuhnya kerajaan-kerajaan besar dunia itu.
Sebagai contohnya adalah sejarah kerajaan Inggris Raya. "Selama bertahun-tahun raja-raja Inggris menghadapi tuntutan dari rakyatnya untuk mengusir orang-orang yahudi dari Inggris," tulis Mullins.
Maka pada bulan Oktober 1290 sebanyak 16.000 orang yahudi diusir dari Inggris untuk pindah ke Perancis, Jerman, Spanyol dan Skandinavia. Selama 300 tahun orang-orang yahudi dilarang memasuki Inggris dan selama masa itu Inggris tumbuh menjadi negara paling maju di dunia.
Orang-orang yahudi berhasil kembali ke Inggris setelah berhasil membiayai revolusi yang dipimpin oleh Oliver Cromwell. Dengan dana tak terbatas dan tentara bayaran dari luar yang diberikan oleh orang-orang yahudi, Cromwell mengalahkan pasukan kerajaan, menangkap Raja Charles dan kemudian menggantungnya. Sebagai balas budi, Cromwell pun mengijinkan orang-orang yahudi untuk kembali ke Inggris.
Pendukung Cromwell adalah orang-orang yang menyebut dirinya kaum kristen puritan, penjaga nilai-nilai hakiki kekristenan. Sebagian besar dari mereka tidak menyadari bahwa mereka hanyalah "antek" upahan orang-orang yahudi. Sangat kejam orang-orang puritan itu menumpas rakyat Inggris yang setia kepada raja dan nilai-nilai tradisi kerajaan yang melekat di hati rakyat Inggris selama ribuan tahun, sehingga rakyat pun memberontak dan menyingkirkan pengganti Cromwell dan mendudukkan Charles II sebagai raja Inggris.
Namun orang-orang yahudi sudah kembali. Sebagian dari mereka menyamar dengan berganti nama atau agama. Seorang di antara mereka bahkan berhasil menjadi Perdana Menteri, Benjamin Disraeli. Orang-orang yahudi selanjutnya melanjutkan makarnya dengan membiayai Williams Orange dari Belanda, dan George dari Jerman untuk memberontak dan menyingkirkan keluarga Stuart sebagai pemegang sah kursi kerajaan Inggris.
Keluarga kerajaan Inggris saat ini adalah keturunan dari Raja George I yang saat dilantik menjadi raja, tidak dapat berbahasa Inggris. Waktu Perang Dunia I berkecamuk dan sentimen anti-Jerman sangat kuat di Inggris, keluarga kerajaan Inggris mengubah nama keluarganya yang berbau Jerman, "Saxe-Coburg-Gotha", dan menggantinya dengan nama "Windsor" yang lebih berbau Inggris.
Mullins menambahkan, orang-orang yahudi yang dikenal sebagai ahli pengobatan, ditakuti masyarakat karena praktik-praktik pembunuhan yang mereka lakukan dengan berkedok pengobatan. Pada tahun 833 orang-orang Islam (kerajaan Bani Umayah, blogger) melarang orang yahudi berpraktik sebagai tenaga medis.
Lebih jauh Mullins menambahkan: di universitas-universitas, semua pelajaran ditujukan kepada tiga tokoh pemikir yahudi, Karl Marx, Sigmund Freud, dan Eistein. Marx mengajarkan kediktatoran yahudi di balik komunisme. Freud menghancurkan nilai-nilai kemanudiaan dengan ajarannya bahwa jati diri manusia sepenuhnya dibentuk oleh instink-instink rendah: sex dan makan. Sedangkan Einstein adalah manusia pertama yang mengenalkan alat pembunuh massal terbesar dalam sejarah, bom nuklir.
Ditambah dengan ajaran Darwin yang mengajarkan manusia sebagai keturunan kera, serta ajaran Nitsze (keduanya juga yahudi) yang mengajarkan atheisme, lengkap sudah predikat yahudi sebagai penghancur nilai-nilai kemanusiaan.
Mengenai yahudi ini Mullins mencatat:
1. Yahudi selalu berada di balik peperangan-peperangan yang dilakukan bangsa-bangsa berbudaya.
2. Orang-orang yahudi adalah agen dari negara Israel.
3. Orang-orang yahudi selalu menyadari siapa dirinya.
4. Apapun ambisi seseorang, ia tidak akan dapat mewujudkannya selama adanya orang-orang yahudi.
Mengapa Nixon Diimpeach?
Pada bulan Februari 1973 Israel menembak jatuh pesawat penumpang sipil milik meskapai penerbangan Libya yang secara tidak sengaja memasuki wilayah pendudukan Israel. Insiden itu menewaskan seluruh penumpang dan awaknya yang berjumlah 114 orang dan menimbulkan kemarahan masyarakat dunia kepada Israel, termasuk Amerika.Atas tindakan "bodoh" tersebut Presiden Amerika saat itu, Richard M. Nixon mengungkapkan kekecewaannya kepada sahabatnya, pendeta evangelical Billy Graham, dan menyatakan tidak akan lagi memberikan dukungan kepada Israel. Tidak hanya itu, ia bahkan merencanakan untuk membangkitkan sentimen anti-semit di Amerika.
“Dengan tindakan ini, mereka kehilangan seluruh dukungan dukungan yang mereka dapatkan selama ini. Kitalah satu-satunya kawan mereka sekarang. Oh (peristiwa ini) sangat menyedihkan," kata Nixon.
Selanjutnya terjadilah sebuah percakapan antara Nixon dan Graham yang pada saat itu apalagi dalam konteks saat ini, dianggap sangat anti-semit. Graham membeberkan kejahatan-kejahatan Israel, khususnya terhadap ummat Kristen. Graham yang saat itu berumur 54 tahun membeberakan rencana jahat Israel untuk mengusir orang-orang kristen dari wilayah yang dikuasai Israel serta upaya-upaya sistematis yahudi untuk memisahkan agama kristen dari kehidupan sosial masyarakat Amerika.
"Mereka menyerang langsung ke gereja. Ada gejala-gejala yang jelas dirasakan di wilayah-wilayah dimana mereka telah mendapatkan dukungan," kata Graham.
Nixon membalas, "Apa yang menjadi perhatian saya adalah jauh di dalam negeri ini terdapat perasaan sentimen anti-semit yang sangat tinggi dan yang harus dilakukan hanyalah membangkitkannya."
Selanjutnya Graham menyinggung tentang upaya sistematis yahudi menyebarkan pornografi. Ia juga menyinggung tentang "gereja setan" yang disebut-sebut dalam injil yang menurutnya merujuk kepada sinagog yahudi.
Kita semua mengetahui bagaimana Presiden Nixon jatuh dari kekuasaannya. Telepon pribadinya disadap, rekamannya dikirim ke koran milik zionis yahudi Washington Post, dipublikasikan, terjadi kampanye besar-besaran anti Nixon, Congress mengancam mengimpeach, Nixon pun mundur.
Inilah Amerika. Sebuah kejahatan besar yang mengancam keamanan nasional dan diancam hukuman mati (penyadapan telepon presiden) justru digunakan untuk menurunkan sang presiden dari kekuasaan yang diperolehnya secara demokratis. Ironi ini sama dengan tewasnya John F. Kennedy di hadapan mata ribuan rakyat Amerika dan hingga saat ini belum diketahui jelas motif di belakang pembunuhan keji tersebut.
(Catatan: Presiden Clinton dalam kesaksiannya pada kasus Monica Lewinski juga pernah mengeluh tentang penyadapan di kantornya yang tidak bisa dihentikannya).
Rekaman percakapan antara Nixon dan Graham yang sebenarnya merupakan dokumen rahasia negara ini baru-baru ini muncul di media-media massa dan menimbulkan kontroversi baru. Kali ini Billy Graham lah yang menjadi korbannya.
"Rekaman percakapan itu hanya memperkuat keyakinan kami mengenai sosok berpengaruh namun telah retak, yang sangat dalam terinfeksi perasaan anti-semit sehingga tidak lagi bisa merasakannya," kata Abe Foxman, Direktur Anti Defamation League, sebuah LSM yahudi Amerika yang sangat berpengaruh, merujuk kepada Nixon, presiden ke 37 Amerika yang dikenal anti-semit.
"Menarik juga informasi itu menyangkut anti-semitisme Billy Graham. ... Meski tidak pernah menyampaikan perasaan anti-semitnya secara terbuka, Billy Graham tidak dapat dipungkiri merupakan cerminan kepalsuan anti-semitisme klasik."
Melalui juru bicaranya Billy Graham membantah pernyataan tersebut. Kepada USA Today, Rabu (24/6) Billy Graham mengatakan dirinya tidak pernah memiliki perasaan anti-semit dan pernyataannya harus dilihat dalam konteks pembicaraan dengan presiden. Mengenai "gereja setan" Graham mengatakan hal itu tidak menunjuk kepada yahudi secara khusus, melainkan orang-orang yang tidak menjalankan nilai-nilai tradisi yahudi.
Kasus anti-semit yang menimpa Graham bukan yang pertama kali. Pada tahun 2002 (lagi-lagi) rekaman pernyataannya pada tahun 1972 yang dianggap berbau anti-semit muncul ke permukaan. Akibatnya Graham harus membuat pernyataan permohonan maaf secara terbuka kepada publik.
Apa yang dikatakan Billy Graham pada tahun 1972 itu? Hanyalah keluhan tentang dominannya pengaruh yahudi di media massa Amerika.
Langganan:
Postingan (Atom)