Jumat, 11 Januari 2013

RAKYAT BULGARIA DUKUNG SIKAP RUSIA ATAS SYRIA



Jika orang-orang Arab atau orang-orang Islam melakukan aksi demonstrasi besar-besaran menentang konspirasi jahat negara-negara barat dan sebagian negara Arab atas Syria, adalah hal yang tidak mengherankan. Namun jika rakyat Bulgarian yang melakukannya, tentu sangat mengejutkan. Meski bagi mereka yang mengerti sejarah hal itu bukan sesuatu yang mengherankan.

Sebagaimana dilaporkan oleh media Iran "Press TV" tgl 27 Juli lalu (namun tentu saja diabaikan media-media barat), ribuan warga Bulgaria memadati jalan-jalan kota Sofia melakukan aksi dukungan terhadap sikap Rusia atas Syria. Padahal Bulgaria bukan negara Islam atau Arab. Sebaliknya mayoritas warga Bulgaria adalah penganut Katholik dan secara politik Bulgaria adalah negara sekutu barat dengan menjadi anggota NATO.

Memulai aksi demonya dari depan Gereja Rusia di Sofia, para demonstran bergerak ke jalan-jalan ibukota dengan membawa spanduk-spanduk bertuliskan seperti "Rusia, pelindung perdamaian", "Veto untuk Agresi",
"Tidak untuk terorisme", atau "Biarkan Syria".  Selain menyatakan dukungannya pada Rusia dan Syria, para demonstran mendesak pemerintah Bulgaria, anggota NATO dan Uni Eropa, untuk mendorong kedua lembaga itu untuk mendukung rencana damai Kofi Annan (utusan khusus PBB dan Liga Arab untuk penangangan krisis Syria).

"Rusia bersama Cina adalah satu-satunya kekuatan yang sanggup mencegah Perang Dunia III," kata seorang pendemo sembari mengibar-ngibarkan bendera Rusia. "Dan pemicu perang tersebut adalah intervensi atas
Syria," tambah rekannya yang mengenakan kaos bergambar Presiden Syria Bashar al Assad.

Amir, warga Syria yang terlibat dalam aksi demo meyakinkan bahwa rakyat Syria tidak mengenal "oposisi" sembari menyebut beberapa tokoh gerakan "oposisi" sebagai orang-orang dengan reputasi buruk di mata rakyat Syria.

"Ini tidak bisa dibiarkan, pemimpin yang tidak mau menjadi budak kepentingan barat harus dilengserkan dari kekuasaannya," katanya merujuk para Bashar al Assad.

Sesampai di gedung Pusat Kebudayaan Rusia di Sofia, para pendemo membacakan deklarasi mereka. Dan selanjutnya menyerahkan deklarasi tertulis mereka kepada pejabat Rusia yang hadir untuk disampaikan kepada Presiden Rusia.

Para pendemo juga menuntut pemerintah untuk tidak membiarkan negara Bulgaria terlibat dalam konflik internasional. Pada saat bersamaan para pemimpin Bulgaria mulai dari perdana menteri, para menteri utama dan para pejabat militer dan inteligen berkumpul di gedung Dewan Keamanan Nasional bersama Presiden. Para pejabat menolak memberitahukan pertemuan tersebut.

Para pendemo juga melakukan aksi di depan kantor Televisi Nasional Bulgaria dengan meneriakkan kata-kata kecaman pada media massa Bulgarian yang dianggap bias dalam pemberitaan soal Syria. "Berhenti
membohongi kami," teriak mereka.

Sebagaimana rakyat Eropa Timur dan Rusia yang mayoritas beragama Katholik, rakyat Bulgaria telah memahani sepak terjang orang-orang yahudi di dunia. Mereka telah mengalami sendiri kekejian orang-orang
yahudi terhadap mereka, terutama pada masa kekuasaan komunisme. Kini mereka menyaksikan rakyat Syria pun tengah mengalami apa yang mereka alami di masa lalu.

Cahyono adi

DOMINASI YAHUDI DALAM PANDANGAN BIOLOGIS



Umat yahudi terdiri dari beberapa kelompok etnik yang disatukan oleh satu "platform budaya" yang membuat mereka merasa berbeda dengan umat manusia lainnya. Mereka mendapatkan indoktrinasi sejak kecil dari orang tua dan generasi sebelumnya bahwa mereka adalah umat pilihan Tuhan dan umat manusia lainnya tercipta untuk menjadi pelayan mereka. Dengan demikian mereka bebas memperalat, melecehkan, dan jika perlu membunuh umat manusia lain tanpa merada berdosa ataupun bersalah.

Struktur sosial mereka berdasar pada kepatuhan total pada pemimpin-pemimpin agama, yang mendiktekan mereka pandangan tribalisme kuno saat umat-umat manusia lain pun memiliki pandangan yang sama dengan mereka. Kekuasaan para pemimpin agama itu begitu kuat sehingga bahkan para raja dan pemimpin politik pun merasa takut dengan mereka.

Sementara pandangan tribalisme kuno itu menjaga identitas mereka, tanpa terhindarkan tumbuh kharakter-kharakter antagonis yang menimbulkan konflik dengan umat-umat manusia lainnya. Ini menjelaskan mengapa di masa lalu terjadi penindasan-penindasan dan pengekangan-pengekangan yang dilakukan umat-umat lain kepada umat yahudi.


PARASITISME

Keahlian para pemimpin umat yahudi adalah menyembunyikan teknik-teknik menguasai "kuda troya", yang terdokumentasikan dalam satu "kitab" rahasia yang disebut "Protocols of the Learned Elders of Zion". Teknik-teknik tersebut memungkinkan umat yahudi menguasai umat-umat manusia lainnya dan menjadi parasit atas mereka tanpa terlihat.

Dalam hubungan simbiolis, dua pihak yang menjalin hubungan mendapatkan keuntungan masing-masing. Sedangkan dalam hubungan parasitisme satu pihak mengeruk keuntungan dari kerugian yang ditanggung pihak lain. Akibatnya dalam jangka panjang, pihak lain harus hidup menderita bahkan mati, sementara pihak yang satunya hidup makmur.

Untuk menghindarkan perlawanan pihak yang dihisap, sebagaimana sistem kekebalan tubuh yang dimiliki semua mahluk hidup, parasit memproduksi racun yang mampu menghancurkan sistem kekebalan tubuh. Dengan cara yang sama umat manusia (non yahudi) kini teracuni oleh berbagai "alat intelektual" dan konsep-konsep.

"Alat-alat intelektual" itu di antaranya adalah penolakan terhadap Tuhan, penolakan terhadap tanggungjawab pribadi, penghancuran nilai-nilai sosial dengan faham-faham seperti atheisme, humanisme, sosialisme, komunisme, zionisme, feminisme, kemaksiatan, penghancuran nilai-nilai kekeluargaan dan kebangsaan.

Selain itu juga digunaan berbagai alat pengalih perhatian, seperti permainan digital, yang membuat manusia mengalihkan perhatian dari ilmu pengetahuan kepada permainan yang tidak saja menghancurkan masa depan anak-anak muda, juga merusak akhlak dan moral manusia. Orang-orang dewasa terpaku pada acara-acara televisi, permainan-permainan dan hiburan dan mengabaikan keluarga dan lingkungan sosialnya.

Tujuan dari para pemuka yahudi adalah menguasai penuh seluruh umat manusia dan kemudian menyingkirkan sebagian besar dari umat manusia dengan hanya menyisakan sebagian kecil budak-budak intelektual yang bekerja melayani kepentingan mereka.

Untuk meraih ambisinya itu, mereka tidak saja menggunakan platform budaya untuk mencuci otak, melainkan juga menebarkan racun pada makanan, obat-obatan, vaksin, aborsi (KB), peperangan-perangan dan pemerintahan korup. Dalam tahap terakhir, kemungkinan budak intelektual yang tersisa itu juga bakal dibuang ke laut atau mesin pembakaran saat robot-robot dan drone yang disebut "synthetic artificial intelligence" sudah bisa menggantikan mereka.



BAGAIMANA MENGHINDARINYA?

Di dalam dunia yang sudah begitu massif kekuasaan yahudi itu, satu-satunya jalan penyelamatan adalah dengan memberikan kesadaran pada generasi sekarang agar pada generasi mendatang kekuasaan itu tidak berhasil menjadikan anak cucu kita sebagai budak-budak yang tidak saja tidak mampu berfikir, apalagi melawan.

Jalan pertama yang bisa ditempuh untuk selamat dari perbudakan itu adalah menjadi manusia religius yang menghindari kemaksiatan, dan menolak racun budaya apa yang disebut "politically correct". (Yaitu semacam indoktrinasi kebenaran oleh yahudi dimana mereka yang melanggarnya akan mendapat sanksi keras. Hal-hal yang dianggap melanggar konsep ini di antaranya adalah sentimen anti-yahudi atau anti-semit. Di Indonesia istilah ini memang belum terdengar, namun di Amerika dan Eropa sudah menjadi hal yang biasa).

Carilah panduan dan pertolongan Tuhan dan kembali kepada tradisi lama yang menghormati nilai-nilai keluarga dan sosial. Cari jalan untuk membebaskan diri dari jebakan "matrix" yang dibuat mereka untuk menghancurkan kita. (Salah satunya tinggalkan sistem perbankan berdasar riba). Tarik deposito dari perbankan dan investasikan ke hal-hal riel seperti emas, perak dan properti. Bangun kemandirian dalam hal makanan, pakaian, energi dll dengan membentuk komunitas bersama yang saling membantu.

Lakukan hal-hal yang diridhoi Tuhan dan tinggalkan hal-hal yang tidak diridhoinya. Kembali ke agama. Jadilah manusia spiritual yang kuat, tabah dan bijaksana.


SUMBER:
"Illuminati Jewry: A Biologist's View"; Cassibon; henrymakow.com; 5 Januari 2013

PERSPEKTIF LAIN KRISIS SYRIA



Lupakan tentang politik, sosial, budaya atau agama, demokrasi, HAM dll. yang menjadi penyebab terjadinya krisis berkepanjangan di Syria yang menurut PBB telah menelan sekitar 60.000 nyawa warga Syria dan membuat 1 juta penduduk lainnya harus meninggalkan kampung halamannya menjadi pengungsi di negara-negara tetangga. Ini sepenuhnya adalah sebuah "teori konspirasi". Teori konspirasi di sini adalah merujuk pada para dalang di balik fenomena ini, yang tidak pernah bergeser dari nama-nama para kapitalis berdarah yahudi, yang telah menjadi perhatian sejak puluhan hingga ratusan tahun lalu.

Hal inilah yang menjadi perhatian seorang blogger wanita Syria bernama Mimi Al Laham, yang mengungkapkan bahwa para bankir internasional-lah yang berada di balik krisis ini. Mimi, dengan berani mengungkapkan konspirasi jahat yang selama ini terabaikan dari pembahasan tentang krisis Syria.

Banyak orang dengan tegas menunjuk persekutuan Al Qaida dan para ekstremis wahabi-salafi dengan zionis barat serta Arab Teluk, namun hampir tak pernah tampak gambaran tentang Rothchild, Rofkefeller, dan para bankir internasional. Padahal jejak-jejaknya sangat jelas kelihatan selama berlangsungnya gerakan "Arab Springs" hingga krisis Syria yang merupakan bagian darinya.

Ketika perang Libya masih berlangsung sengit dan Khadafi masih kuat berdiri, salah satu hal pertama yang dilakukan pemerintahan transisi Libya dukungan NATO adalah mendirikan bank sentral di Benghazi yang didanai oleh para bankir internasional. Hal yang sama terjadi di Mesir. Salah satu kebijakan strategis yang pertama dilakukan oleh Presiden Mohammad Mursi adalah meminta pinjaman kepada IMF sebesar $4,8 miliar, dengan bunga tentunya. Sejak kapan organisasi Ikhwanul Muslimin (Mursi adalah tokoh organisasi ini) menghalalkan riba?

Hal ini tentu sangat kontras dengan kondisi sebelum revolusi dan Mesir masih dipimpin oleh Husni Mubarak. Meski bertindak otoriter, Mubarak tidak membebani rakyatnya dengan riba dari pinjaman asing. Sebaliknya, Mesir setiap tahun bahkan menerima dana "cuma-cuma" sebesar $3 miliar dari Amerika sebagai konsekwensi perjanjian damai Mesir dengan Israel.

Perbankan berbasis riba merupakan jantung dari kekuasaan para kapitalis yahudi yang secara efektif berhasil menjerat sebagian besar manusia ke dalam jebakan hutang yang tak terbayar. Sementara para kapitalis itu terus menumpuk kekayaan dari bunga yang dibebankan. Sebelum "Arab Springs" Tunisia, Libya, Mesir dan Syria adalah negara-negara yang bebas dari jeratan hutang perbankan asing. Kecuali Mesir, negara-negara itu juga telah menjadikan rakyatnya hidup makmur. Libya dan Syria misalnya, memberikan jaminan pendidikan dan kesehatan penuh kepada semua warganya. Di Libya perbankan dikuasai oleh pemerintah dan memberikan pinjaman tanpa bunga kepada rakyat yang membutuhkan tanpa perlu takut jika tidak bisa mengembalikan. Tidak hanya itu pemerintah Libya juga memberikan berbagai bentuk tunjangan kepada rakyatnya: tunjangan perkawinan, tunjangan kelahiran, tunjangan rumah, tunjangan kendaraan, tunjangan hidup bagi pengangguran, bantuan modal usaha dll. Semuanya itu otomatis hilang setelah berkuasanya bankir-bankir internasional. Hal yang saja kini mengancam rakyat Syria.

Satu hal lagi. Mereka yang menerima "bantuan" para bankir kapitalis asing itu harus mengembalikan hutangnya dalam bentuk dolar sebagaimana mereka menerima "bantuan". Untuk mendapatkan keuntungan ekstra besar selain bunga, sesekali para bankir itu menghancurkan pasar uang dan membuat nilai tukar dolar melonjak tinggi sehingga membuat hutang yang ditanggung negara penerima "bantuan" menjadi berlipat-lipat. Sama persis ketika terjadi krisis moneter tahun 1997 yang melanda Indonesia. Hasilnya adalah aset-aset nasional menjadi murah dan harus diobral kepada para kreditur asing itu.

Sebagai negara yang bebas dari jeratan hutang asing, Syria kini menjadi target serangan para bankir internasional dengan menggunakan tangan-tangan militer Amerika, NATO, Turki, dan negara-negara Arab pengkhianat sesama saudara.

Jika sebuah negara terbebas dari kendali keuangan asing, maka negara tersebut memiliki kemerdekaan untuk menentukan kebijakannya. Selama ini Syria menjadi negara yang kebijakan luar negerinya adalah anti-zionis dan anti-globali. Syria adalah satu dari sedikit negara yang tidak mengakui keberadaan negara Israel. Syria bisa melakukan ini karena Syria memiliki bank sentral yang bebas dari pengarung asing.

Syria juga terbebas dari pengaruh perusahaan-perusahaan raksasa agrikultur seperti Monsanto dan melarang keberadaan Genetically Modified Organisms (GMO, atau bibit-bibit tanaman yang termodifikasi untuk tidak bisa menghasilkan bibit setelah penanaman pertama). Setelah Irak diduduki pasukan asing pada tahun 2003, pemerintahan transisi mengeluarkan aturan "Bremer Orders" yang salah satu isinya adalah melarang para petani Irak menyimpan bibit semaian sendiri yang telah dikembangkan petani selama ratusan tahun. Untuk memenuhi kebutuhan bibit itu petani harus membeli bibit-bibit GMO buatan Monsanto (adalah yahudi warga negara Amerika). Akibatnya para petani mengalami ketergantungan para Monsanto. Dan setelah terjadi ketergantungan, Monsanto akan menghisap darah para petani bagikan vampir.

Di India terdapat angka bunuh diri yang tinggi akibat ketergantungan mereka pada Monsanto. Setiap 1/2 jam terjadi kematian akibat bunuh diri petani, biasanya dengan cara meminum racun herbisida. Mereka tidak tahan menanggung beban bunga yang harus ditanggung setelah membeli bibit-bibit buatan Monsanto dengan bunga pinjaman hingga 50% atau bahkan 100%. Dan penderitaan petani tidak berhenti sampai di situ. Karena faktanya adalah bibit-bibit GMO itu juga menghancurkan kesuburan tanah mereka.

Kontrol atas suplai makanan kini juga menjadi alat kekuasaan para kapitalis global.

Blogger Syrian Girl alias Mimi Al Laham mengungkapkan bahwa sumber gas alam besar telah ditemukan di lepas pantai Syria dan telah ada rencana pembangunan pipas gas dari Iran melalui Irak dan Syria menuju Eropa. Para kapitalis yahudi tidak menginginkan hal itu terjadi karena memberi keuntungan besar kepada Iran maupun Syria.

Ada satu hal lagi, yaitu bebasnya Syria dari ketergangungan terhadap produk-produk asing. Pada satu saat Syria bahkan melarang Coca Cola beredar di sana.

Seruan "Free Syria" (seruan para pemberontak) pada dasarnya adalah seruan bagi terjadinya penjajahan atas rakyat Syria oleh para kapitalis asing. Sebagaimana Indonesia, Syria adalah negara yang berhasil membentuk rasa nasionalisme yang tinggi di antaranya penduduknya yang terdiri dari bermacam-macam agama. Namun semuanya hancur lebur dan berubah menjadi negara yang dilanda konflik sektarian setelah terjadinya campur tangan asing.

Namun tidak hanya para kapitalis global yang berperan dalam upaya penghancuran Syria, para zionis juga. Mereka ingin memastikan bahwa tidak ada lagi satu kekuatan di Timur Tengah yang bisa melawan mereka sebagaimana selama ini ditunjukkan rakyat Syria.


REF:
"'Syrian Girl' reveals truth behind Syria crisis"; Prof. Rodney Shakespeare; Press TV; 9 Januari 2013 

Rabu, 09 Januari 2013

BASHAR TELAH BERIKAN YANG TERBAIK



Ada dua artikel menarik tentang pidato Presiden Bashar al Assad tgl 7 Januari lalu tentang penyelesaian krisis Syria. Pertama adalah artikel Franklin Lamb "Watershed Speech at the Opera, Tipping Point or Turning Point?" dimuat di situs berita almanar.com. Yang kedua tulisan Robert Fisk "Army was the target audience of President’s theatre at the opera" di koran The Independent.

Kedua wartawan senior, Robert Fisk dari Inggris dan Franklin Lamb dari Amerika, memiliki perbedaan tajam tentang siapa yang benar dan siapa yang salah dalam krisis Syria. Robert Fisk sebagaimana mainstream jurnalis media terkooptasi zionis di barat, sangat anti Bashar al Assad-Hizbollah-Iran, sementara Franklin Lamb lebih pro Assad-Hizbollah-Iran. Namun bahkan dalam tulisan-tulisannya yang biasanya sinis terhadap Bashar, Robert Fisk tidak bisa menyembunyikan penghargaannya atas pidato Bashar al Assad.

"Hitler menyatakan perang terhadap Amerika. Assad meneruskan perangnya melawan "teroris" bersenjata. Namun -berbeda dengan gambaran barat - Assad jauh dari ambisi megalomania Hitler," tulis Fisk.

Franklin Lamb tentu lebih terus terang memuji Assad. Franklin Lamb, seperti biasa, menulis dengan gaya humanisme yang memikat berdasarkan pada pengalamannya menjadi pekerja sosial di Palestina dan Lebanon meninggalkan jabatan-jabatan empuk sebagai birokrat dan guru besar hukum internasional Amerika.

"Kejayaan Bashar al Assad, tampak saat ia meninggalkan podium dan dielu-elukan oleh para pendukungnya, mungkin seperti kejayaan Julius Caesar setelah berpidato tentang pertempuran Gallic dimana Caesar berjuang menyelamatkan Roma," tulis Lamb.

Franklin Lamb pun kemudian mengutip pengakuan seorang wartawan oposisi Syria kepadanya perihal pidato Assad:


"Memang benar. Sebagian disebabkan oleh fakta bahwa Assad adalah orang yang sopan, bersahaja, dan juga berpendidikan. Berbeda jauh dengan beberapa raja di kawasan Timur Tengah yang secara esensi buta hurup dan tidak peduli dengan dunia di luar istana mereka."

“Sebelum terjadinya krisis, sudah biasa Bashar berkeliling kota tanpa pengawalan. Mengendarai sendiri mobilnya yang dipenuhi anak-anak kecil, bercanda dengan anak-anak itu dan membawa mereka  untuk makan-makan. Kadang-kadang ia menjemput langsung anak-anak itu dari sekolah-sekolah mereka. Anda melihat betapa "charming"-nya ia saat memasuki ruangan (untuk berpidato tgl 7 Januari) dan berdiri di atas podium. Saat pergi, ia tidak tampak terburu-buru dan melayani beberapa jabat tangan orang-orang yang mengejarnya. Tampak sangat jelas Bashar al Assad menyukai berada di tengah-tengah rakyatnya dan akrab dengan mereka, berbeda jauh dengan gambaran yang banyak dituduhkan terhadapnya."

Franklim Lamb bahkan menceritakan dengan takjub sikap seorang pelayan wanita Syria yang dilihatnya memeluk televisi yang tengah menayangkan gambar Bashar al Assad yang tengah berbidato, menciumi layarnya sembari mencucurkan air mata.

Dalam pidatonya itu Bashar al Assad, setelah sebelumnya memuji tentara nasional Syria dan sekutu-sekutunya seperti Iran, Rusia dan China seraya mengecam saudara-saudaranya sesama negara Arab yang mengkhianatinya, Bashar menawarkan solusi penyelesaian krisis, di antaranya adalah:

• Penghentian bantuan asing kepada para pemberontak
• Pasukan pemerintah menurunkan senjata dan mengumumkan pemberian amnesti
• Dilakukan konperensi dan dialog nasional antara pemerintah dan pemberontak selain para teroris
• Pembuatan rancangan konstitusi dan mengesahkannya melalui referendum
• Pembentukan pemerintahan bersama hingga dilaksanakannya pemilu pada tahun 2014

Selain beberapa langkah reformasi yang telah dilakukan Bashar selama terjadinya konflik bersenjata, usulan-usulan Bashar tersebut di atas merupakan pilihan terbaik yang bisa diberikan oleh seorang pemimpin negara yang dilanda konflik bersenjata. Namun lagi-lagi pemberontak menolak inisiatif tersebut.

Sejauh ini, secara formal Amerika dan Uni Eropa masih menolak inisiatif Bashar. Namun berbagai analis politik memastikan bahwa pada akhirnya Amerika akan bersikap realistis dengan menerima usulan Bashar al Assad. Karena setelah 22 bulan bertempur, pemberontak yang telah mendapatkan gelontoran dukungan senjata dan dana yang tidak terbatas tidak juga menunjukkan tanda-tanda bisa memenangkan pertempuran. Sebaliknya perpecahan di antara faksi-faksi pemberontak justru semakin mendalam selain kehadiran teroris-teroris Al Qaida dan turunan-turunannya yang justru mengancam keamanan Amerika dan sekutu-sekutunya di kawasan.

Holocaust: Mitos atau Fakta?


oleh: Dina Sulaeman
Kalau Eropa memang bersalah membantai kaum Yahudi pada PD II, lalu mengapa Palestina yang harus menanggung akibatnya? Seharusnya Eropa menyediakan tanah di wilayahnya sendiri untuk mendirikan negara Israel.
Kalau pembantaian itu tidak pernah ada, lalu mengapa Eropa mendukung pendirian negara Israel di atas tanah Palestina dengan alasan kemazluman bangsa Yahudi pada PD II?
(Ahmadinejad, Presiden Iran)
Pernyataan keras Presiden Iran tentang Zionis ini menyulut kemarahan para pemimpin Eropa. Kanselir Jerman, Angela Merkel, mengatakan, “Sebagai Kanselir Jerman, dan dalam pandangan tanggung jawab sejarah, saya hanya bisa mengatakan bahwa kami menentang hal ini dalam bentuk yang paling keras dan kami akan melakukan apa saja yang mungkin untuk menjelaskan bahwa tidak boleh ada ancaman apapun bagi hak Israel untuk eksis dan kita harus mengambil pandangan yang realistis dan jelas tentang sejarah, dan hal itu termasuk tanggung jawab Jerman.”[1]
Holocaust atau peristiwa pembantaian enam juta Yahudi Eropa pada zaman Perang Dunia Kedua, bagi banyak orang adalah sebuah fakta sejarah yang tidak terbantahkan. Namun, tak kurang dari sejarawan sekaliber Robert Faurisson dan Profesor Roger Garaudy asal Perancis, harus menanggung hukuman dan denda atas tulisan mereka yang mengungkapkan fakta dibalik Holocaust, antara lain: tidak mungkin ada enam juta orang Yahudi pada zaman itu. Bahkan, jumlah korban dari ras Eropa dalam PD II sesungguhnya jauh lebih besar daripada ras Yahudi.[2]
Upaya untuk mengungkapkan kebenaran tentang Holocaust memang memerlukan nyali yang sangat besar. Saat ini, sejarawan Inggris, David Irving, sedang ditahan di Austria dan menunggu proses pengadilan terhadapnya. “Kejahatan” yang dilakukan Irving adalah: mengingkari fakta Holocaust. Walikota London saat ini juga sedang dihadapkan ke pengadilan atas kesalahan “mengingkari Holocaust”. Beberapa orang lainnya, juga mengalami nasib serupa, misalnya Ernest Zandel asal Kanada, Gatsom Amadeus wartaman asal Swiss, George Ashley, seorang guru asal AS, dan Dr. Joel Heyward, seorang dosen asal New Zealand. Mereka harus menjalani hukuman atas keberanian mereka menentang fakta adanya Holocaust pada PD II.
Pada dekade 1980-an, organisasi Zionisme Internasional telah menyusun undang-undang yang bertujuan untuk mencegah terhapusnya peristiwa Holocaust dari sejarah. Pada bulan Juli tahun 1990, UU ini disahkan oleh pemerintah Perancis. Dalam UU ini disebutkan bahwa segala bentuk keraguan terhadap peristiwa Holocaust, baik berupa keraguan terhadap adanya Holocaust itu sendiri, atau keraguan atas jumlah korban (yaitu 6 juta orang) dalam peristiwa itu, atau keraguan tentang adanya kamar gas NAZI untuk membunuhi orang Yahudi, dinilai sebagai tindakan kriminal dan dijatuhi penjara antara 1 bulan hingga 1 tahun serta denda 2000-3000 Frank. Atas tekanan lobi-lobi Zionis, UU serupa juga disahkan di Ingris, AS, dan negara-negara Eropa lainnya.
Pertanyaannya kini, apakah Holocaust itu mitos atau fakta? Saya yangbukan sejarawan, tentu tidak punya kapabilitas untuk menjawabnya (dan bisa-bisa, nanti saya diseret pula ke penjara). Silakan saja Anda membaca buku karya Prof. Roger Garaudy, “The Founding Myths of Israeli Politics”, di situ dimuat secara jelas data-data mengenai (tidak adanya) Holocaust pada PD II.
Namun, ada fakta menarik yang saya temukan di harian Kayhan terbitan Tehran. Fakta itu berbunyi: Holocaust memang ada!
“Holocaust bermakna pembunuhan massal dengan cara membakar hidup-hidup para korban, dan sebagian ahli bahasa menyatakan bahwa asal kata ini bermula dari kejadian pada abad ke-6 di Yaman. Pada abad ke-5, Dinasti Himyarite menaklukkan kerajaan Saba di Yaman. Pada abad ke-6, seorang raja Dinasti Himyarite, yaitu Raja Dzu Nuwas, mengubah agama kerajaan (yang semula Kristen) menjadi agama Yahudi. Dalam rangka ini, dilakukan pembantaian massal terhadap orang-orang Kristen yang masih berkeras memeluk agama mereka. Diceritakan bahwa pada peristiwa itu, Raja Dzu Nuwas duduk di singgasanannya dengan dikelilingi para Rabi Yahudi. Di hadapan mereka ada kayu-kayu bakar yang telah disusun dan api pun disulut sehingga terbentuklah api unggun yang sangat besar. Tak jauh dari tempat itu, orang-orang Kristen, termasuk anak-anak dan perempuan, tua dan muda, dikumpulkan dengan tangan terikat. Suara jeritan menyayat membubung ke udara. Lalu, Raja Dzu Nuwas mengeluarkan perintah dengan suara keras dan… kaum Kristen Yaman itu pun terbakar hidup-hidup.[3]
Ya, Holocaust memang pernah terjadi, yaitu pembakaran hidup-hidup orang-orang Kristen Yaman abad ke-6. Namun, bedanya, Holocaust yang disebut-sebut menimpa kaum Yahudi pada Perang Dunia Kedua dijadikan alasan untuk membantu mereka mendirikan sebuah negara khusus Yahudi, demi mencegah terulangnya sejarah. Dengan kata lain, agar kaum Yahudi dapat hidup aman dan tenteram, perlu didirikan sebuah negara khusus. Pada awalnya, kawasan yang menjadi kandidat adalah Ethiopia dan Argentina. Namun, kedua wilayah itu dianggap kurang strategis dan muncullah Palestina sebagai kandidat. Apalagi, Palestina juga memiliki sejarah panjang, yang sangat cocok bagi justifikasi pendirian negara Israel di wilayah itu. Kaum Yahudi pada zaman dahulu kala pernah tinggal di sana dan kemudian terusir, lalu hidup menyebar di berbagai negara di dunia. Bahkan, disebut-sebut, dulu ada kuil Sulaiman milik bangsa Yahudi, yang kini di atasnya telah dibangun Masjidil Aqsa.
Lalu, dimulailah sejarah pahit bagi bangsa Palestina itu. Pada masa-masa akhir penjajahan Inggris di Palestina, secara sistematis, berdatanganlah orang-orang Yahudi Zionis (kita perlu membedakan antara Yahudi murni dan Yahudi berpaham Zionis yang mengarsiteki pendirian negara Israel) yang meneror, merampas, atau membeli secara paksa tanah milik orang-orang Palestina. Setelah Inggris meninggalkan Palestina, pada tahun 1948, kaum Zionis pun memproklamasikan berdirinya negara Israel. Sayang, mereka melupakan satu fakta penting. Bangsa Palestina mayoritasnya adalah muslim, yang memiliki satu prinsip tak tergoyahkan: jihad memperjuangkan tanah air adalah sebuah kewajiban. Itulah sebabnya, segala bentuk penindasan dan teror yang dilakukan tentara Zionis –termasuk juga propaganda global untuk mendukung Zionisme dan mencitrakan bangsa Palestina sebagai teroris– hingga kini tidak pernah bisa memadamkan api perjuangan bangsa Palestina.
Kaum Zionis juga melupakan satu logika penting: kalau benar mereka menjadi korban Holocaust yang dilakukan tentara NAZI Jerman, mengapa yang harus menebus kesalahan itu adalah bangsa Palestina dan mereka dianggap berhak mendirikan negara Israel di tanah tanah Palestina?
Khaibar..Khaibar Yaa Yahud…inna jaysya Muhammad saya’ud!
(dimuat di majalah Syi’ar)

Selasa, 08 Januari 2013

AMERIKA SEGERA "TINGGALKAN" PEMBERONTAK SYRIA?



Ada 2 hal yang baru saja menarik perhatian saya tentang isu krisis Syria di Indonesia. Pertama adalah desakan Presiden SBY agar Presiden Syria Bashar al Assad mundur dengan alasan kurang mencintai rakyatnya sendiri. Yang kedua adalah berita tentang isu Bashar al Assad melarikan diri dari Syria setelah yang bersangkutan mengadakan lawatan ke luar negeri.

Tentang desakan mundur Presiden SBY terhadap Bashar al Assad dengan alsan kurang mencintai rakyatnya sendiri, saya berkomentar demikian: Presiden Bashar lebin mencintai rakyatnya daripada Presiden SBY mencintai rakyatnya. Indikatornya nyata dan bukan rekayasa. Presiden Bashar al Assad mengalokasikan sebagian besar pendapatan negaranya untuk memberikan jaminan pendidikan dan kesehatan penuh kepada rakyatnya. Presiden SBY tidak. Di bawah Bashar Syria juga tidak terjerat hutang luar negeri yang membebani rakyat Syria. Sebaliknya di bawah Presiden SBY hutang luar negeri Indonesia mencapai rekor tertinggi hingga Rp 2000 triliun. Selama 5 tahun terakhir bahkan hutang Indonesia melonjak hingga Rp 600 triliun.

Tentang isu tentang Bashar al Assad melarikan diri, ini diberitakan oleh TVOne mengutip mentah-mentah tanpa check & recheck apalagi konfirmasi pada pemerintah Syria isu yang dihembuskan al Jazeera. Selama konflik berlangsung selama 22 bulan, Presiden Bashar tidak pernah meninggalkan negerinya. Saya sudah mengecek kemana-mana tentang berita lawatan Bashar al Assad ke luar negeri baru-baru ini, dan tidak ada. Lalu darimana asalnya berita TVOne dan al Jazeera yang mengatakan: "muncul desas-desus Bashar al Assad melarikana diri terkait kepergiannya ke luar negeri"?

Namun biarlah kedua media itu terus-menerus berbohong. Saya ingin memberikan berita yang lebih baik tentang Syria.

Kabar baik telah mulai terdengar bagi rakyat Syria sejak terdengar berita bahwa Amerika dan Rusia akan segera mengadakan pertemuan untuk membicarakan penyelesaian krisis Syria. Namun ada berita lainnya yang membuat harapan rakyat Syria mengembang: Amerika akan meninggalkan "Free Syria Army" dan kelompok-kelompok teroris Syria yang selama ini didudukungnya. Tanpa dukungan Amerika sementara Rusia dan Iran terus memberikan dukungannya pada pemerintahan Bashar al Assad, dipastikan perlawanan para pemberontak tidak akan bertahan lama dan perang pun berakhir dengan kemenangan Assad-Iran-Rusia.

Kabar terakhir ini muncul dari pernyataan pengamat politik Perancis terkemuka Thierry Meyssan yang dimuat di media Voltaire Network baru-baru ini.

Menurut Thierry Meyssan pemerintah Amerika telah memutuskan untuk mengakhiri dukungannya kepada kelompok "The Free Syria Army" sebelum memulai perundingannya dengan Rusia yang direncanakan berlangsung di Genewa pertengahan bulan ini. Pernyataan tersebut didasarkan pada pengumuman yang dikeluarkan US National Intelligence Council di Washington bahwa "gerakan jihad global akan segera berakhir."

Meyssan melihat perang di Syria telah berakhir di tingkat strategik dan oposisi telah kehilangan kesempatan untuk memenangkan perang meski bantuan besar-besaran telah dikucurkan Amerika dan sekutu-sekutunya kepada mereka. Menurut Meyssan pemerintah Amerika akan menerapkan rencana perdamaian di Syria segera setelah mendapat persetujuan Senat.

Selama ini menurut Meyssan, Barack Obama diam seribu bahasa meski para pembantu dekatnya, termasuk menlu Hillary Clinton, dengan sengaja mengabaikan hasil kesepakatan Genewa yang dibuat pertengahan tahun lalu antara Amerika Cs. dan Rusia. Kesepakatan tersebut adalah dibentuknya pemerintahan sementara yang melibatkan semua pihak yang bertikai di Syria termasuk presiden Bashar al Assad. Namun tidak lama kemudian Amerika Cs. kembali menyerukan tuntutan turunnya Bashar al Assad dari kekuasaan.

Namun setelah terpilih kembali sebagai presiden untuk periode ke-II-nya, Obama memutuskan untuk mengakhiri pertikaian di Syria dan kembali ke "kesepakatan Genewa". Apalagi setelah salah seorang penghalang besarnya, Direktur CIA Jendral David Petraeus, tersingkir dari jabatannya dan Hillary Clinton pun tidak akan dipertahankan lagi sebagai menlu.

 
REF:
"Syria: Thierry Meyssan: US Administration Decides to Abandon ‘Free Army’"; Syria Updates Blogspot; 3 Januari 2013 dalam thetruthseeker.co.uk; 7 Januari 2013

Jumat, 23 November 2012

ANTARA STALINGRAD DAN GAZA


Perang Stalingrad tahun 1942-1943 adalah salah satu peristiwa sejarah yang paling banyak dikenang oleh kalangan militer. Kala itu tentara Jerman dengan kekuatan militernya yang tidak terkalahkan terjebak dalam perang kota yang meletihkan. Akhirnya seluruh kekuatan Tentara ke-6 dan sebagian Tentara Lapis Baja ke-4 Jerman serta satuan-satuan tentara dari negara-negara sekutu Jerman, yaitu Italia, Rumania dan Hongaria yang selama berbulan-bulan mengepung Stalingrad, menyerah kepada tentara Rusia karena kehabisan perbekalan dan setelah upaya penyelamatan heroik yang dilakukan Hitler mengalami kegagalan. Dari lebih dari 300.000 tentara Jerman yang terlibat perang, hanya tinggal 90.000 jiwa yang tersisa.

Tragedi itu tentu saja menjadi kenangan yang menakutkan bagi tentara-tentara Israel, juga para pemimpin politiknya di bawah kepemimpinan PM Benjamin Netanyahu dan Menhan Ehud Barak, tatkala menyaksikan bendera Palestina berkibar-kibar di atas bangunan-bangunan yang hancur di Gaza akibat pemboman Israel akhir-akhir ini.

Para pejuang Palestina jauh dari anggapan tentara Israel di masa lalu tatkala mereka masih bisa mengklaim sebagai "tentara yang tak terkalahkan" dan mengklaim bisa mengalahkan seluruh tentara Arab dengan tentara korps drumband mereka. Yaitu ketika prajurit-prajurit Arab berlarian meninggalkan senjata mereka ketika mendengar deru tank-tank musuh.

Para pejuang Palestina telah menjadi pejuang-pejuang profesional dengan semangat juang tinggi, yang menunggu dengan antusias saat-saat dimana mereka bisa membalaskan dendam mereka kepada para prajurit pengecut Israel yang telah membunuhi anak-anak, istri, orang tua dan saudara mereka. Mereka sangat siap untuk menjadikan Gaza sebagai Stalingrad-nya tentara Israel. Mereka telah belajar banyak dari mentor-mentor mereka, pejuang Hizbollah dan tentara Pengawal Revolusi Iran, tentang strategi mengalahkan Israel dengan perang gerilya. Mereka telah memiliki rudal-rudal anti pesawat, rudal anti kapal hingga roket jarak jauh yang sanggup mencapai seluruh wilayah Israel.

Hingga hari ke-6 Perang Gaza yang saat ini tengah berlangsung, para pejuang Hizbollah telah menembakkan lebih dari 1.700 roket ke Israel, hanya 300 yang diklaim Israel digagalkan oleh sistem pertahanan udara canggih "Iron Dome" yang dipasang Amerika. Laporan-laporan tentang tertembak jatuhnya pesawat F-16 dan rusaknya sebuah kapal perang Israel tentu bukan isapan jempol belaka.


SENJATA IRAN MERUBAH PERMAINAN

Dalam perang Stalingrad, senjata menjadi salah satu faktor penentu kemenangan Rusia atas Jerman, terutama tank T-34. Meski memiliki meriam berkaliber lebih rendah dari tank-tank Jerman, tank Rusia ini memiliki kelebihan dalam hal kelincahan, kekuatan mesin, ketahanan menghadapi tembakan meriam musuh serta akurasi tembakannya. Demikian juga halnya dalam Perang Gaza kali ini.

Menurut pengakuan deputi sekjen kelompok Jihad Islam Ziad al-Nakhala, hampir semua senjata para pejuang Palestina di Gaza berasal dari Iran. Mulai dari peluru hingga rudal.
"Senjata-senjata para pejuang, termasuk yang dimiliki HAMAS, adalah buatan Iran, dari peluru hingga rudal. Bahkan senjata yang dikembangkan oleh para pejuang sendiri berasal dari Iran," kata Nakhala.

Menurut Nakhala hampir seluruh kota Israel kini berada dalam jangkauan roket dan rudal pejuang Palestina yang memaksa para pemimpin Israel membangun bunker-bunker pertahanan.

"Kami sadar bahwa Israel memiliki kekuatan militer untuk melakukan invasi darat ke Gaza, maka silakan mereka mencobanya. Bagi kami, kami tidak pernah takut dan kami telah jauh lebih siap dari sebelumnya," kata Nakhla kepada situs berita Palestina "Paltoday".

Nakhla menambahkan bahwa kelompoknya hanya akan menyetujui gencatan senjata jika Israel menyetujui untuk membuka blokade atas GAza, membuka pintu perlintasan perbatasan di RAfah serta memperlakukan rakyat Palestina dengan hormat dengan tidak melakukan penahanan tanpa alasan jelas.

Namun meski persenjataan para pejuang Palestina berasal dari Iran, Iran sama sekali tidak mendikte perjuangan rakyat Palestina di Gaza.

"Apakah Iran meminta Israel untuk membom Palestina?" tanya Nakhla menanggapi rumor tidak rasional tersebut.

"Terima kasih saudara-saudara kami di Iran atas pengorbanan mereka mengirimkan senjata-senjata ke Gaza untuk mempertahankan rakyat Palestina. Jika bukan karena senjata-senjata mereka senjata-senjata Israel sudah membantai anak-anak kami," tambahnya.

Di antara senjata yang diberikan Iran adalah roket Fajr-5 dan Fajr-3. Keduanya memiliki dimensi yang sama, berat 900 kg dan tinggi 6 meter, serta memiliki hulu ledak seberat 17 kg. Namun Fajr-5 berdaya jangkau lebih jauh yaitu 75 km dibanding Fajr-3 yang hanya 50 km.

Selain itu pejuang Palestina juga memiliki senjata-senjata buatan Rusia seperti roket "Grad", "Katyusha", rudal "107" serta rudal anti-tank "Kornet" yang terbukti efektif mengalahkan tank-tank Isreal dalam Perang Lebanon 2006. Senjata terakhir ini dibuat pertama kali tahun 1988 dan dikembangkan kembali tahun 1994. Selain tank, "Kornet" juga cukup efektif menghadapi pesawat tempur yang terbang rendah dan helikopter dengan jarak tembak hingga 5 km.

Kemajuan persenjataan Palestina lainnya adalah diterapkannya sistem peluncuran roket bawah tanah. Sistem ini memungkinkan para pejuang menyembunyikannya dari sasaran tembakan musuh dan telah digunakan Hizbollah dalam Perang Lebanon 2006.



REF:
"Iranian Arms Change Equation in Battle between Gaza"; almanar.com.lb; 20 November 2012 

Minggu, 18 November 2012

PEJUANG PALESTINA TEMBAK JATUH PESAWAT ISRAEL DAN HANTAM KAPAL PERANG



Terima kasih kepada Iran yang telah melengkapi para pejuang Palestina dengan senjata-senjata canggih. Berkat senjata-senjata itu pejuang-pejuang Palestina membuktikan bahwa mereka tidak lagi bisa didikte oleh kekuatan militer Israel. Dalam episode Perang Gaza yang kini tengah berlangsung, para pejuang Palestina berhasil menembak jatuh pesawat tempur dan menembak kapal perang Israel.

Setelah kelompok pejuang Jihad Islam berhasil menembakkan roket buatan Iran "Fajr-5" ke Tel Aviv, kini giliran kelompok Brigade Qassam, sayap militer HAMAS, mengklaim berhasil menembak kapal perang Israel dengan lima roket, Minggu (18/11). Selain itu kelompok ini juga mengklaim telah menembak jatuh sebuah pesawat tempur Israel dengan menunjukkan bukti berupa video penembakan. Penembakan pesawat tempur itu terjadi dua hari sebelumnya. Sebelum itu, yaitu hari Kamis (15/11), Brigade Qassam juga berhasil menembak jatuh sebuah pesawat tanpa awak Israel.

Pada hari Kamis para pejuang Palestina berhasil meraih kemajuan signifikan dengan keberhasilannya menembakkan roketnya untuk pertama kalinya ke ibukota Israel Tel Aviv hingga menimbulkan kepanikan hebat di kota itu.

Roket "Fajr-5" yang ditembakkan ke Tel Aviv adalah senjata buatan Iran yang memiliki daya jangkau hingga 100 km. Meski tidak dilengkapi dengan sistem pemandu, keberhasilan senjata ini menghantam Tel Aviv menjadi tonggak baru perjuangan bangsa Palestina, yaitu kini mereka telah memiliki "daya getar" atas musuh-musuhnya. Apalagi dengan keberhasilan mereka menembak jatuh pesawat tempur dan merusak kapal perang Israel. Hampir bisa dipastikan. Sekali lagi hampir bisa dipastikan, Israel akan segera mengakhiri perang demi menghindari kekalahan yang memalukan. Israel adalah bangsa yang lebih takut pada ketakutan menerima kekalahan daripada kekalahan itu sendiri.

Beberapa laporan mengabarkan bahwa Israel telah mengirimkan diplomat-diplomatnya ke Mesir untuk merancang gencatan senjata, meski Israel membantah laporan itu.

Sebaliknya bangsa Palestina, khususnya para pejuang di GAza, kini justru tengah memiliki semangat tempur yang memuncak. Setelah penembakan bom Israel terhadap komandan militer HAMAS Ahmad al-Ja’abari hari Rabu, para pejuang Palestina di Gaza menjawabnya dengan ancaman serangan hebat.

"Pintu neraka telah dibuka," demikian seru para pejuang Palestina.

Belum diketahui senjata yang digunakan para pejuang Palestina untuk menembak jatuh pesawat tempur dan kapal perang Israel. Namun beberapa waktu lalu inteligen Israel memberi laporan bahwa para pejuang Palestina di Gaza telah memiliki kekuatan tempur yang setara dengan kekuatan negara maju.

Minggu, 30 September 2012

Surat Terbuka Ny. Ratna Sari Dewi Soekarno Kepada Soeharto (Terjemahan Bebas dari Vrij Nederland)

Tuan Presiden Suharto
Bersama ini saya ingin mengingatkan Tuan terhadap segala sesuatu yang nampaknya oleh Tuan akan dilupakan. Hal hal yang akan dikemukakan ini saya anggap sebagai kewajiban bagi saya untuk menjelaskannya secara benar karena saya justru mengikuti peristiwa-peristiwa di In¬donesia itu dari dekat.

Barangkali sementara orang akan berpendapat akan lebih baik kalau saya diam seribu bahasa seperti Sphinks (arca batu di Mesir) daiam hal ini. Akan tetapi karena saya tanggung jawab maka saya harus melakukan hal ini biar membawa resiko betapapun besrnya terhadap diri saya. Inipun karena makin lama di seluruh dunia maupun di Indonesia sendiri banyak tersebar cerita-cerita palsu yang disebarkan tentang peristiwa-peristiwa di Indonesia itu sehingga membeberkan keadaan yang sebenarnya itu merupakan kewajiban saya.
Karena itulah saya kirimkan surat terbuka ini kepada Tuan dalam kedudukan saya sebagai warga negara Indonesia. Selain itu surat terbuka yang saya kirimkan kepada tuan ini termasuk segala isinya adalah sepenuhnya tanggung jawab saya dan tidak ada sangkut pautnya dengan Soekarno, Presiden Republik Indonesia yang terdahulu.
Sebenarnya agaknya sudah terlambat untuk mempersoalkan kembali tentang para Perwira yang telah dinyatakan sebagai "kontra revolusi" atau pemberontak pemberontak terhadap Negara dimana mereka telah sama dihukum mati.
Selama ini saya selalu berpendirian tidak sependapat dengan adanya dalil bahwa " yang berkuasa itu selalu benar" (power can do no wrong). Sikap inipun sama sewaktu Presiden Soekarno berkuasa Saya berpendapat bahwa seorang Kepala Negara itu mesti dikerumuni oleh orang orang yang mendukungnya. Begitu juga halnya dengan Tuan bahwa di sekeliling Tuan itu banyak orang-orang berkerumun yang pada umumnya tidak berani membuka mulutnya berpura-pura taat dan tunduk bahkan ada yang menjilat yang pada hakekatnya mereka bertujuan untuk mendapatkan kesempatan berkuasa lebih banyak Karena itulah apa yang sebenarnya terjadi di sekitar Tuan sulit akan terungkap.
Pertama-tama dalam surat terbuka saya ini saya ingin mengemukakan apa yang disebut "proses" dimana banyak orang telah dibunuh karena dituduh melakukan kejahatan terhadap Negara. "proses" ini yang sebenamya terjadi di luar norma-norma Hukum dan Keadilan lebih tepat untuk disebut "teror dan kekerasan"
Dan mereka orang-orang yang tidak puas dan tidak mau bicara sewaktu kekuasaan Soekarno maka setelah situasi berubah lalu bersikap tidak bertanggung jawab dan turut serta melakukan pembunuhan dan teror. Dalam hal ini Tuan telah membiarkahnya. Andai kata nanti pada suatu ketika kedudukan Tuan diganti oleh orang lain sudah tentu akan terjadi hal yang sama dimana pembantu-pembantu Tuan yang penting sipil maupun militer termasuk mungkin Tuan sendiri akan mendapat perlakuan yang sama di mana mereka dituduh dan dituntut dengan hukuman mati dengan berbagai dalih misal "karena melakukan korupsi"
Dalam hubungan ini saya ingin bertanya kepada Tuan : "Mengapa Tuan membiarkan dan memberi kesempatan semua itu berlalu yang dapat menjadi contoh (preseden) jelek bagi suatu Negara yang masih muda dan rakyatnya sedang berkembang yaitu Indonesia ?"
Bukan maksud saya untuk mencela kebijaksanaan politik yang Tuan lakukan. Akan tetapi perhatian tertumpah kepada mereka yang dibunuh dan diteror dengan memakai dalih "pembersihan terhadap golongan merah" sejak peristiwa G 30 S itu terjadi. Padahal kebanyakan dari mereka itu hanyalah pengikut-pengikut Soekarno yang tidak tahu menahu tentang peristiwa G 30 S.
Bahkan saya memperoleh berita bahwa tidak kurang dari 800.000 Rakyat Indonesia yang telah terbunuh diantaranya trdapat kaum wanita dan anak-anak karena hanya sebagai simpatisan PKI.
Harian"London Times" membuat berita pada Januari 1966 sebagai berikut "Bahkan sejak pecahnya peristiwa G 30 S itu dalam 3 bulan telah ratusan ribu kaum komunis yang dibunuh jumlah mana menurut para diplomat barat angka tersebut masih terlalu rendah.
Sementara itu menurut sementara pengusaha-pengusaha dan turis-turis dari Eropa yang pulang dari Indonesia mengatakan bahwa pembunuhan dan teror itu begitu hebatnya sehingga mereka melihat sementara di sungai-sungai penuh dengan hanyutnya mayat- mayat tanpa kepala dan sementara anak-anak di desa-desa katanya bermain sepak bola dengan kepala-kepala manusia yang terbunuh. Pokoknya dalam tempo 3 bulan sesudah peristiwa G 30 S itu situasi di Indonesia dicekam dengan ketakutan dan ketegangan dimana banyak darah mengalir yang belum pernah terjadi dalam sejarah bangsa Indonesia.
Seorang wartawan dari "Washington Post" memberitakan dari Jakarta bahwa di Jawa Timur saja telah terbunuh 250.000 orang, demikian menurut sumber dari golongan Islam. Lebih lanjut "Washington Post" memberitakan bahwa puncak pembunuhan dan teror itu pada bulan November 1965. Kepala-kepala manusia telah dijadikan hiasan (decorasi) pada suatu jembatan. Di tempat lain orang melihat bahwa mayat-mayat tanpa kepala dihanyutkan di sungai-sungai di atas rakit dalam deretan yang panjang. Sungai bengawan Solo yang indah permai ketika itu penuh dengan mayat-mayat sehingga di sementara tempat kadang-kadang airnya tidak terlihat tertutup oleh mayat-mayat itu. Sungai-sungai itu airnya menjadi merah karena darah Rakyat.Pokoknya ketika itu Indonesia seperti neraka demikian tulis Washington Post.
Sementara itu harian Inggris "Economist" memperkirakan bahwa korban yang jatuh karena pembunuhan dan teror itu mencapai 1.000.000 orang.
Saya ingin bertanya kepada Tuan: mengapa pertumpahan darah itu sampai terjadi atas mereka yang belum tentu berdosa? Dan mengapa masyarakat dunia diam seribu bahasa ? Padahal dipihak lain kalau seorang manusia terbunuh di sepanjang tembok Berlin saja, maka seluruh dunia Barat ramai dan geger. Tapi mengapa dunia Barat itu diam dimana 800.000 Bangsa Asia (Indonesia) telah dibunuh dan diteror dengan darah dingin, bahkanan dalam situasi Dunia sedang damai ??
Saya tahu pasti bahwa diantara yang terbunuh itu ada orang komunis. Tapi apa artinya kemerdekaan dan hak azasi manusia kalau Tuan membenarkan pembunuhan besar-besaran itu sekedar karena mereka melakukan gerakan di bawah tanah yang tidak diketahui oleh Pemerintah Tuan ?
Sebenamya Tuan akan lebih bijaksana kalau Tuan mengambil langkah-langkah pencegahan terjadinya pembunuhan besar-besaran itu sebelum PKI dinyatakan dilarang oleh undang-undang.
Akan tetapi Tuan ternyata tidak berbuat demikian dan hal ini dianggap sebagai pelanggaran terhadap hal-hal azasi manusia dan Tuan tidak mendapatkan respek. Lepas dari ideologi apa yang sudah terjadi itu merupakan "kejahatan nasional".
Tuan Suharto.
Meskipun Tuan akan menolak dengan berbagai dalih untuk bertindak dan mencegah terhadap "kejahatan nasional" yang telah berlangsung itu - dimana telah ratusan ribu orang tak berdaya telah dibantai- bagaimanapun saya juga bersikap tidak membenarkan bahkan mengutuk peristiwa itu. Bukankah telah menjadi kenyataan bahwa pemerintah Orde Baru yang Tuan pimpin memakai slogan demi "penumpasan terhadap PKI"? Ataukah Tuan amat kuatir kalau kekuasaan Soekarno bangkit kembali beserta pendukung- pendukungnya karena Tuan tahu pasti bahwa lebih dari 50 % Rakyat Indonesia itu masih setia pada Soekano? Hal ini pasti Tuan tidak lupa bukan ? Ataukah barangkali Tuan berpendapat bahwa peristiwa G 30 S itu sudah lampau dan harus dilupakan? Bagi saya hal itu bukan soal. Akan tetapi yang menjadi masalah: masih terlalu banyak hal-hal dan pertanyaan-pertanyaan yang tidak terjawab dan bahkan sengaja disembunyikan walaupun begitu saya masih merasa beruntung dan bangga bahwa saya dalam peristiwa 1965 itu tahu dari dekat dan mendapat pelajaran yang bermanfaat. Bahwa fakta-fakta yang benar dalam sejarah itu kadang-kadang memang diputar balikkan oleh karena mereka yang berkuasa dengan maksud untuk kepentingan atau keuntungan tujuan politiknya. Begitu juga dengan berita-berita dalam pers (koran-koran) telah dibuat demikian rupa oleh penguasa sebagai suatu Propaganda untuk kepentingan politik pemerintah.
Sebagai misal yang paling mudah kita ambil contoh peristiwa G 30 S. Peristiwa ini sebenamya trjadi pada tanggal l Oktober 1965 dinihari yang didukung oleh dewan revolusi dengan dipimpin oleh salah seorang perwira penanggung jawab pengawal istana Presiden Soekarno yaitu Letnan Kolonel Untung. Pengumuman dewan revolusi itu berbunyi sebagai berikut:
"Sekelompok (grup) Jenderal merencanakan untuk mengambil oper kekuasaan (coup) dari Pemerintah Presiden Soekarno dan beliau akan dibunuh. Mereka membentuk dewan Jenderal dengan tujuan untuk membentuk kekuasaan Militer. Rencana coup tersebut akan dilakukan pada HUT ABRI tanggal 5 Oktober 1965 yang akan datang. Untuk mencegah itu maka dewan revolusi mendahului mengambil langkah dengan menangkap 6 Jenderal diantaranya Jenderal A Yani,
Dalam hal ini Tuan temyata telah meyakinkan orang banyak (menfitnah) dengan melancarkan berita bahwa G 30 S itu dilakukan oleh PKI. Hal ini jelas tidak benar. Bukankah yang melakukan gerakan ini adalah orang-orang militer? Dan saya meragukan kalau mereka yang melakukan gerakan itu orang komunis.
Saya ingin bertanya kepada Tuan lalu siapakali yang berbuat menyebarkan isyu sehingga timbul situasi dimana masa dibakar dan digerakkan. dengan menuduh G 30 S itu didalangi oleh PKI ?
Menteri Pertahanan sendiri yaitu Jenderal Nasution sebagai salah seorang anggauta Dewan Jenderal yang menunrt rencana seharusnya juga ditangkap oleh gerakan G 30 S telah berkata pada upacara penguburan 6 Jenderal yang terbunuh itu pada HUT ABRI tanggai 5 Oktber 1965 sebagai berikut:
"Sampai hari ini pun HUT ABRI kita masih tetap penuh khitmat dan kebanggaan meskipun ditandai oleh peristiwa yang merupakan noda bagi kita ABRI. Yaitu bahwa telah terjadi suatu fitnah dan pengkhianatan serta kekejaman atas perwira-perwira tinggi kita. Walaupun bagitu saudara saudara kita yang menjadi korban itu adalah tetap merupakan pahlawan-pahlawan di hati kita Bangsa Indonesia. Yang pada akhirnya nanti kebenaran pasti akan menang meskipun kita telah difitnah oleh pengkhianat-pengkhianat int. Hal mana pada waktunya nanti kita akan memperhitungkannya."
Dalam pidato Jenderal Nasution itu sama sekali tidak nampak ada kesan bahwa terbunuhnya 6 Jenderal itu telah didukung apalagi dilakukan oleh PKI. Bahkan sebaliknya dari kalimat-kalimat yg diucapkan oleh Jenderal Nasution itu jelas, bahwa peristiwa G 30S itu adalah akibat pertentangan yg ada di kalangan ABRI sendiri.
Tuan Suharto - dapatkah saya bertanya kepada Tuan, siapakan yang dimaksud dengan kata-kata Nasution "fitnah dan pengkhianat pengkhianat" itu dan apakah yang dimaksud dengan kalimat "kita akan memperhitungkan mereka".
Sebenarnya yang penting diperhitungkan dalam peristiwa itu adaiah: siapa dan apa tujuan dari 50 orang "yang bersegam seperti pengawal Presiden Soekarno" itu. Dan ketika mereka menyerbu rumah dan kediaman Jenderal Nasution dengan senjata lengkap diketahui jelas oleh beliau bahwa mereka itu (penyerbu) adalah mereka yang dikenal sebagai orang-orang yang anti komunis. Justru karena mereka tidak kenal Jenderal itulah maka mereka menyangka Letnan Tendean sebagai Komandan Jaga dikira Jenderal Nasution dan terus menembaknya.
Dari fakta ini jelas menurut penilaian saya bahwa andaikata para penyerbu itu benar-benar pengawal Presidcn Soekarno pasti mereka akan tahu dan kenal betul pada Jenderal Nasution. Jadi tidak masuk akal pula kalau para penyerbu itu adalah orang-orang komunis yang mendapat tugas khusus tidak akan kenal pada Jenderal Nasution sehingga terjadi kegagalan itu.
Apakah Tuan tahu - bahwa banyak orang di Indonesia ini telah membicarakan bahwa timbul tanda tanya yang besar yang penuh prasangka kepada Tuan.
Yalah: mengapa Tuan sebagai komandan tertinggi pada Kostrad justru malah tidak diserbu untuk dibnnuh dengan dalih katanya"karena mereka (penyerbu) tidak tahu alamat Tuan"? Dan yang menarik perhatian lagi - justru Tuanlah yang pada tanggal l Oktober 1965 pada dinihari sudah memainkan peranan dan ambil oper pimpinan ABRI dengan memberikan perintah-perintah sehingga dengan mudah sekali Tuan telah bisa menguasai dan menumpas Dewan Revolusi dalam waktu yang singkat.
Setelah Presiden Soekarno kehilangan Jenderal A. Yani maka beliau terus mengangkat Tuan sebagai Menteri Hankam, sekaligus sebagai Pangab ABRI. Ini terjadi pada tanggai 14 Oktober 1965 dimana Presiden Soekarno pada pengangkatan Tuan itu telah berpesan sebagai berikut:
"Adalah mendesak sekali agar keamanan dan ketertibann harus segera dipulihkan agar terciptanya keadaan, dimana emosi dari golongan kiri maupun golongan kanan dapat ditenangkan dan dikendalikan, sehingga peristiwa G 30 S itu dapat diselesaikan sambil kita mempelajari segala sesuatunya yang berkaitan dengan peristiwa tersebut. Kejadian itu tidak akan menenangkan saya sebelum segala sesuatunya jelas siapa yg bertanggung jawab entah dari pihak manapun, entah merah, hijau ataupun kuning“
Dengan demikian menjadi jelas bahwa Tuan memikul tugas yang diberikan olch Presiden Soekarno untuk menghimpun segala data sekitar peristiwa G 30 S itu dan seharusnya Tuan segera memulai dengan penyelidikan dan pengusutan yang harus dilaporkan pada Presiden Soekarno. Akan tetapi Tuan ternyata tidak mentaati perintah-perintah itu bahkan Tuan telah memberikan tafsiran sendiri dan berkata:: "Sekarang saya sudah memperoleh kepercayaan dari Presiden Soekarno. Dan saya akan terus menumpas sisa-sisa kekuatan dari peristiwa tersebut " Pernyataan Tuan jelas mempunyai arti tersendiri.
Sebenarnya Presiden Soekarno mengharapkan dan mempercayakan pada Tuan agar Tuan tetap setia dan loyal untuk melaksanakan perintah-perintahnya. Dengan tujuan selanjutnya akan diambil tindakan-tindakan hukum oleh Presiden Soekarno terhadap siapa yang bersalah tanpa pandang bulu - apakah PKI atau pihak Militer. Akan tetapi Tuan ternyata tidak memberikan laporan apa- apa pada Presiden Soekarno. Bahkan Tuan telah menggerakkan ABRI tanpa persetujuan Presiden bersama-sama dengan beberapa Jenderal antara lain Sarwo Edhie. Dan sejak inilah dimulai pengejaran dan pembunuhan terhadap mereka yang belum tentu bersalah yaitu kaum komunis. Yang kemudian telah terkenal luas di seluruh negeri bahwa TNI di bawah pimpinan Tuan telah melakukan penganiayaan, pembakaran, perarnpokan dan pembunuhan terhadap orang PKI. TNI telah melakukan teror yang berselubung di bawah pimpinan Tuan Rakyat yang hidup tenang dihasut/dibangkitkan untuk membenci dan mengamuk dengan dalih karena adanya kejadian terbunuhnya para Jenderal tersebut. Rakyat telah dihasut untuk anti PKI yang dikaitkan dengan negeri Cina yang dituduh memberikan dukungan terhadap G 30 S tersebut. Dan rakyat telah dibikin rupa sehingga tidak percaya bahwa "Dewan Revolusi" itu ada.
Selanjutnya Presiden Soekarno dipaksakan untuk menyatakan PKI dilarang dan di luar hukum karena dianggap partai itu terlibat pada G 30 S. Selama setahun lamanya mahasiswa-mahasiswa dan kelompok-kelompok yang tidak puas diorganisasi untuk melakukan demonstrasi-demonstrasi terhadap Soekarno dengan tuntutan-tuntutan termaksud. Akan tetapi Presiden Soekarno menolak untuk membubarkan PKI sebab tidak ada data-data dan bukti-bukti yang menyakinkan yang sudah dilaporkan pada Presiden.
Yang menarik perhatain ialah, bahwa "pemimpin-pemimpin" demonstrasi tersebut yang katanya adalah "mahasiswa-mahasiswa" kenyataannya umumya kebanyakan lebih dari 30 tahun dan bahkan pengikut-pengikutnya demonstrasi iru memakai pakaian seragam para troops (tentara payung) yang masih baru-baru. Sehingga perlu dipertanyakan apakah benar mereka itu mahasiswa-mahasiswa betul ? Dan dari mana dana (keuangan) yang didapat untuk mengorganisasi demonstrasi-demnstrasi itu? Dan mengapa ternyata sekarang, bahwa mereka yang menjadi pemimpin-pemirnpin" demonstrasi itu kini menempati kedudukan-kedudukan penting dalam Pemerintahan Tuan ?
Semua kekacauan dan tidak tenang yang nampaknya dibikin (artificial) telah berlangsung se-lama satu tahun. Sementara itu telah dilancarkan Propaganda secara luas bahwa segala kesulitan dan keburukan diberbagai bidang itu ditimpakan pada PKI? Dan hal ini sampai hari inipun masih berlangsung walaupun peristiwa G 30 S itu telah 4 tahun berlalu.
Akan tetapi tentang hal ini sebenarnya dapat dimengerti sebab dalam politik yang berkuasa itu harus membuat Rakyat yang tidak tahu apa-apa itu sedemikian rupa sehingga rakyat merasa tidak tenteram dan aman dengan menimpakan kesalahan dan ancaman itu pada PKI. yang kemudian diarahkan bahwa penguasa (pemerintah) itu adalah satu-satunya pelindung rakyat yang sebenarnya.
Kalau demikian halnya maka jelas bahwa Tuan telah mengabaikan perintah dan peringatan Presiden Soekarno pada sidang kabinet tanggal 2 Januari 1966 di Bogor yang meminta kepada Tuan agar situasi yang tidak menentu itu harus segera diakhiri dan dipulihkan sehingga rasa kesatuan dan persatuan bangsa lIndonesia dapat tercipta kembali. Bukan saling membunuh diantara sebangsa dan setanah air. Apabila pembunuhan besar-besaran itu berlangsung terus menerus maka perjuangan kita selama ini akan sia-sia, karena dalam hai ini Tuan ternyata telah menempuh jalan sendiri.
Saya tidak akan mengatakan bahwa G 30 S itu baik. Tapi saya tidak akan menyalahkan siapa-pun dan belum memberikan penilaian terhadap peristiwa itu.
Andaikata sebagai orang komunis atau simpatisan. maka yang pertama-tama menjadi pertanyaan dan yang tidak masuk akal apa perlunya dan apa keuntungannya PKI itu melibatkan diri dalam G 30 S itu. Padahal PKI itu merupakan partai yang besar? Selain itu kalau memang benar PKI itu adalah pengacau? Mengapa TNI tidak mengetahui atau mencegah bahkan yang membakar Markas CG PKI itu dibiarkan untuk selanjutnya diselidiki kalau-kalau bisa diperoleh data yang penting? Dan kalau benar PK1 itu terlibat apakah tidak lebih baik kalau para pemimpinnya yang bertanggung jawab diadili di depan umum untuk diketahui oleh seluruh Rakyat Indonesia? Dan mengapa Tentara yang menangkap DN Aidit itu justru telah membunuhnya dengan diam-diam baru kemudian melapor pada Presiden Soekarno. Dan apa pula sebabnya ketua I dan wakil ketua II PKI. yaitu Sdr. Nyoto dan Lukman juga diperlakukan yang sama dengan cara dibunuh dengan diam-diam dan tanpa proses hukum?
Kata orang bahwa NU itu mempunyai anggota sebanyak 6 juta. Tapi mengapa orang-orang di kalangan partai tersebut terlaiu takut kepada PKI. yang jumlah angggotanya lebih kecil hanya 3 juta orang ? Memang terlalu banyak soal-soal dan pertanyaan- pertanyaan yang tidak bisa terjawab bahkan sengaja ditutup disembunyikan.
Komunisme yang begitu Tuan takutkan itu sebenarnya akan tidak berdaya. apabila kesengsaraan dapat ditiadakan. Hakekat ideologi PKI di bawah pimpinan DN Aidit sebenarnya berdasarkan Pancasila (Soekarnoisme). Dan PKI telah memainkan peranan yang penting dalam kebangkitan dan kebangunan Bangsa Indonesia serta berjuang untuk sosialisme Indonesia.
Juga Nasution pimpinan MPRS. telah menyalahkan PKI karena telah melakukan aksi-aksi di bidang ekonomi. Dia juga menyalahkan PKI bahwa sebab terjadinya inflasi dewasa ini karena adanya hutang pada luar negeri sebanyak $ 2.5 milyard dan diantaranya berupa pembelian sen-jata-senjata seharga $ l milyard pada Uni Sovyet. Yang aneh dalam hal ini justru hutang-hutang pada Uni Sovyet ini bukankah Jenderal Nasution sendiri yang menandatangani kontrak-kontraknya ? Bahkan dia sendiri sudah 2 kali berkunjung ke Moskow. Apakah dengan begitu ucapan Jenderal Nasution itu dapat dipertanggung jawabkan ?
Tuan Suharto.
Saya ingin mengajukan banyak data-data yang Tuan sendiri berharap akan menjadikan data-dala itu sebagai bukti terlibatnya PKI. Tapi mengapa Tuan tidak membuka penyelidikan untuk menghimpun sesungguhnya ? Sudah tentu bukan data-data yang bersifat sepihak. Saya kira seluruh Negri dan rakyat Indonesia berhak untuk tahu dan mengerti yang sebenarnya. Sekali biar seluruh rakyat tahu juga bagaimana pendapat Tuan tentang peristiwa tersebut. Hal ini penting sekali karena telah diisukan bahwa bukan hanya PKI yang terlibat tapi juga Presiden Soekarno yang ikut dituduh merestui " dewan revolusi." 
Selain itu juga dikatakan bahwa beberapa ribu orang PKI sebelum peristiwa G 30 S itu telah dipersiapkan dengan mengadakan latihan militer di daerah lapangan udara Halim. Dimana Presiden Soekarno pada tengah malam ketika peristiwa itu terjadi juga diamankan disitu. Dengan adanya berita-berita itu orang pada bertanya bagaimana hal ini bisa terjadi adnya suatu latihan militer yang diikuti oleh ribuan orang dapat dilakukan secara sembunyi-sembunyi ? Dan apa perlunya Presiden Soekarno itu mencari perlindungan di tempat yang tidak menguntungkan baginya?
Kenyataan berita-berita lain yang saya peroleh dari lapangan udara Halim adalah bahwa : peristiwa G 30 S itu adaiah cetusan dari suatu konflik dalam angkatan Darat. Oleh karena itu mereka menggunakan dalih"pribadi Soekarno itu dibawa kesana karena saya sebagai istri merasa khawatir akan keselamatan suami saya. Sampai di Halim saya malah jadi bingung karena ketika saya tanyakan pada sementara orang tenyata tak seorang pun yang tahu apa yang telah terjadi. Bahkan ketika itu kita tidak tahu bahwa Jenderal A.Yani telah terbunuh. Pokoknya ketika itu kita tidak tahu siapa kawan dan siapa lawan. Hampir semuanya dalam kebingungan dan tidak tahu apa yang akan diperbuat. Tidak seorang pun tahu apa yang telah terjadi dan apa yang akan terjadi berikutnya.
Dalam mengenang peristiwa G 30 S itu kembali saya kira persoalannya akan lain andaikata Jenderal A.Yani masih hidup. Presiden Soekarno sendiri sangat sedih bagaimana sampai terjadi dia jadi korban dan bagaimana tempat tinggalnya sampai diketahui.
Selain hal diatas dengan ini saya ingin mengajukan pertanyaan yang penting kepada Tuan yang kiranya Tuan perlu perhatikan.Yalah tentang adanya " dewan jenderal" yang Tuan telah tentang keras tidak mengetahuinya. Orang hanya tahu bahwa Jenderal A. Yani dan jenderal-jenderal lain yang terbunuh itu yang hanya mengetahui tentang persoalan "dewan jenderal1' tersebut.
Akan tetapi 2 minggu sebelum peristiwa tersebut Presiden Soekarno bertanya kepada Jenderal A. Yani: bagaimna sebenamya duduk persoalan dewan jenderal tersebut. Yang dijawab oleh Jenderal A. Yani dengan tegas: Bapak Presiden serahkan kepada saya saja segala hal yang bersangkutan dengan anak buah saya tersebut" (maksudnya D.D.)
Dari dialog tersebut bagi saya timbul pertanyaan yang besar: bagaimana bisa terjadi Jenderal A. Yani itu ikut terbunuh? (jelas karena justru ada kontradiksi dalam ABRI sendiri=penyalin).
Jadi andai kata Tuan benar-benar obyektif maka pasti Tuan akan yakin bahwa Soekarno itu benar-benar tidak terlibat dan tidak tahu apa-apa tentang G 30 S tersebut.
Tuan Suharto.
Dengan mengetahui tentang hal-hal di atas maka lalu timbul pertanyaan saya: apakah kiranya jawaban Tuan ada seluruh rakyat Indonesia yang menduga bahwa dengan adanya tindakan cepat dari Tuan untuk membentuk kekuasaan "orde baru" dalam situasi yang kacau balau itu bukankah justru sebenarnya Tuanlah yang mempunyai semua rencana dan melaksanakan rencana "dewan jenderal"
Bukti-bukti kemudian menunjukkan bahwa dalam situasi yang kacau di Indonesia itu, Tuan telah membangun tentara yang berorientasi ke kanan, bergandengan tangan dengan sementara mahasiswa-mahasiswa (yang tidak puas) yang kemudian didorong dan bekerja sama dengan pimpinan-pimpinan partai islam serta politisi yang kanan untuk menghancurkan PKI. Yang selanjutnya terjadilah pembunuhan dan pertumpahan darah yang terencana. Bagaimana hal ini sampai terjadi bahwa sikap ABRI malah lebih dekat dengan Pentagon (markas Besar Departemen Pertahanan Amerika Serikat) dimana hampir semua kegiatan militer didunia dikendalikan dari sana? Apakah dalam situasi demikian itu orang bisa mengharapkan lain kecuali PKI itu menjadi hancur beranakan karenanya dan hubungan dengan RRC dengan sendirinya putus.
Presiden Soekarno telah berulang kali mengatakan bahwa tidak benar untuk hanya menyalahkan PKI. Beliau berkata: ”Kita jangan melemparkan semua kesalahan itu kepada PKI saja. Tapi persoalannya terletak pada hal-hal lain."
Saya sangat menghargai akan sikap Bung Karno yang begitu tegas itu meskipun beliau harus mengorbankan nasibnya sendiri. Beliau telah menolak untuk tunduk pada tekanan pihak ABRI untuk menyatakan PKI itu dilarang dan di luar hukum. Ideenya meskipun telah mengalami tekanan yang berat dari pihak ABRI. Andaikata Bung Karno itu tidak bersikap teguh sedemikian rupa, barangkali situasi dan posisi beliau tidak akan seburuk seperti sekarang, apalagi kalau beliau melakukan langkah-langkah kompromis. Tapi beliau tidak demikian dan tetap berpegang teguh pada kebenaran dan keadilan.
Adam Malik, Menteri Luar Negri Republik Indonesia pada tahun 1966 telah berbicara di depan mahasiswa-mahasiswa di Tokyo dengan penuh kebohongan dan kebodohan. la menerangkan bahwa Soekarnolah yang bertanggung jawab atas terjadinya pembunuhan massal terhadap kaum komunis di Indonesia itu. Andaikata Soekarno tepat pada waktunya menentukan sikapnya terhadap PKI maka pembunuhan massal itu dapat dihindari.
Dengan pidatonya Adam Malik itu maka orang-orang yang tidak tahu tentang apa sebenarnya yang telah terjadi di Indonesia itu akan menanggapinya dengan benar. Sementara itu Bung Karno masih terus secara terbuka berbicara dan menjelaskan duduk persoalan yang sebenarnya tentang PKI itu. Hal ini pun telah ditafsirkan oleh sementara mereka itu, bahwa Presiden Soekarno telah merestui tindakan-tindakan lebih lanjut dari PKI yang ternyata kemudian berakibat terjadinya pembunuhan yang lebih kejam.
Seperti kata pepatah Latin "Cui Bono" yang artinya: yang penting bukan siapa yang benar akan tetapi siapa yang memperoleh keuntungan. Bukankah kemudian ternyata terbukti, bahwa Amerika Serikatlah yang memperoleh keuntungan dengan peristiwa G 30 S itu. Kini terbukti bahwa Jakarta telah dibanjiri oleh Investor-Investor asing (penanam modal) yaitu Amerika Serikat. Tentang inipun tidak menjadi soal andaikan dengan kegiatan-kegiatan ekonomi itu Indonesia dan rakyatnya yang pertama-tama memperoleh keuntungan. Bung Karno sejak semula sebenarnya selalu menolak untuk dibuatkan patung untuk dirinya. Baru setelah 22 tahun kemudian beliau mengabdi kepada Revolusi Indonesia dengan enggan beliau baru menerima untuk dituliskan autobiografinya (riwayat hidupnya).
Akan tetapi bagi Tuan Suharto sendiri segera setelah tidak lama memegang kekuasaan telah dibuatkan buku riwayat hidup Tuan dengan memakai judul "The Smiling General" (Jenderal yang suka senyum). Selain itu Tuan telah mengabadikan potret Tuan pada uang kertas Republik Indonesia yang sudah tentu agar Tuan cepat dikenal. Semua itu tentunya dengan advis (pertimbangan) para pembantu yang mengelilingi Tuan.
Tetapi sebaliknya - Tuan sama sekali telah meniadakan foto-foto Bung Karno pada kedutaan-kedutaan di Luar Negeri yang mempunyai kebiasaan memancangkan foto tokoh-tokoh dari bangsa di Dunia. Dalam hal ini tidak satu gambar Presiden Soekarno nampak.
Tuan Suharto.
Tuan yang pernah mengkritik tentang kediktatoran Presiden Soekarno dan bahkan Tuan telah berjanji akan memulihkan demokrasi di Indonesia, ternyata sekarang Tuan telah berbuat melebih apa yang diperbuat oleh Bung Karno. Langkah pertama yang seharusnya Tuan lakukan untuk men demokratisir keadaan/ situasi antara lain tentang pemilihan Presiden. Temyata tentang halin inipun oleh Tuan selalu ditunda-tunda. Selain itu Tuan telah melarang untuk mencantumkan nama Bung Karno dalam buku-buku sejarah Indonesia yang harus diterbitkan. Sementara itu Tuan telah menahan Bung Karno dengan dalih untuk melindungi keselamatannya yang hakekatnya Tuan telah mengisolir beliau dari dunia luar. Tindakan Tuan yang tidak benar dan tidak adil inilah yang menyebabkan Bung Karno itu menjadi sakit. Beliau tidak mendapat perawatan sebagaimana mestinya. Dokter-dokter yang disediakan hanya proforma saja. Malah dokter gigi yang sangat diperlukan oleh beliau Tuan tidak berikannya. Bahkan pernah ada orang yang mengingatkannya agar Bung Karno itu jangan selalu diberi obat-obat injeksi sebab ada kemungkinan obat-obat in justru membahayakan kesehatannya.
Disamping itu saya juga berharap mudah-mudahan makanan yang dibuat dan dikirm oleh Putra/Putri Bung Soekarno itu benar-benar akan sampai ke tangan beliau selama beliau dalam isolas dalam tahanan benar-benar dalam keadaan sangat berat dalam hidupnya. Bahkan hak-hak ke manusiannya yang paling azasipun beliau tidak memperolehnya. Satu-satunya kesempatan yang diberikan kepada beliau selama beliau untuk meninggalkan isolasinya ialah ketika menghadir-perkawinan salah satu putrinya. Untuk itu mobil Bung Karno dikawal dengan ketat dengan kendaraan panser dan tidak boleh didekati oleh siapapun. Ketika beliau berdiri dan mendekati putrinya yang sedang menjadi temanten guna memberikan ciuman selamat dari seorang ayah pada anaknya inipun teiah dicegah oleh Polisi Militer yang mengawalnya dan beliau didorong secara kasar sehingga terjatuh duduk di atas sofa. Selain itu wajah beliau ditutupi dan dihalang-halangi agar tidak dapat diambil fotonya.
Andaikata saya yang mendapat perlakuan demikian mungkin pasti jiwa saya akan terpukul keras. Akan tetapi karena Bung Soekarno itu mempunyai jiwa yang besar dan mentalnya kuat perlakuan demikian itu dianggapnya sebagai pengorbanan yang harus dideritanya. Saya benar-benar sangat khawatir bahwa mungkin perlakuan alat-alat kekuasaan Tuan kepada Bung Karno itu kalau sedang sendirian lebih kasar karena di depan umum pun alat-alat kekuasaan Tuan itu sampai berani berbuat demikian terhadap beliau. Tuan dapat saja menghancurkan jasmani Bung Karno tetapi Tuan tak akan pernah berhasil menghancurkan semangat dan jiwanya dalam membela keadilan dan kebenaran Jiwa dan semangat Bung Karno itu tak akan pernah mati!
Bung Karno telah berjasa membebaskan Indonesia dari penjajahan Belanda yang 350 tahun lamanya. Setelalh 13 tahun di penjara dan dibuang pemerintah Belanda dan memimpin perjuangan bersenjata untuk kemerdekaan Indonesia selama tahun 1945 sampai tahun 1949. Bung Karno itu pasti tahu apa yang harus diperbuat untuk mengisi kemerdekaan negerinya.
Tanpa kepemimpinan Bung Soekarno Tuan pasti tidak akan punya kedudukan sebagai Presiden seperti sekarang ini. Bung Soekarno itu telah meletakkan Undang-undang dasar yang demokratis untuk Indonesia dan telah mendirikan "Lingua Franca".
Dibidang seni dan budaya beliau adalah promotor. Beliaulah orangnya yang telah meletakkan dasar untuk pembangunan Bangsa Indonesia. Apakah dengan jasa-jasanya itu tidakkah pantas beliau mendapatkan imbalan?!.
Andaikan Bung Soekarno tahu bahwa akan terjadi suatu pengkhianatan yang berakibat pembunuhan antar sesama Bangsa seperti peristiwa G 30 S itu pasti beliau tidak akan menyetujuinya. Dan sayapun tidak akan tinggal diam apabila sampai suami saya terlibat dalam tindakan kekerasan itu. Didepan mata saya Bung Karno itu sangat terpuji dengan sifat-sifatnya yang luhur! Saya sangat yakin bahwa kalau ada seseorang yang berbuat dengan cara sadar dan sistematis membunuh sesama manusia maka perbuatan itu adalah yang paling keji dan tak beradab. Saya kenal pepatah Jepang yang berbunyi "mencekek seseorang dengan kain sutra: Sehubungan dengan inilah Tuan Suharto. Tuan telah memperkenankan Bung Karno itu diperlakukan sedemikian rupa tersiksa baik lahir maupun batinnya.
Selama ini saya belum pernah mengeluarkan suara atau pernyataan apa-apa karena saya sadar bahwa Tuan sedang menghadapi persoalan-persoalan yang cukup gawat. Tapi kali ini saya harus berbicara secara terbuka kepada Tuan karena: pertama-pertama untuk menjaga keselarnatan dan nama baik Presiden Soekarno.
Ketika Presiden Soekarno menyerahkan wewenangnya kepada Tuan sebagai pejabat Presiden pada tanggal 7 Märet 1967 telah diberikan 3 syarat oleh beliau kepada Tuan. Salah satu diantaranya yalah: bahwa Tuan harus menjaga keselamatan keluarga Presiden Soekarno. Ternyata Tuan tidak memperhatikan permintaan beliau itu.
Sewaktu Tuan diwawancarai oleh wartawan Jepang tentang banyaknya korupsi di Indonesia dewasa ini. Tuan telah memberikan keterangan sebagai berikut: "Tentang masalah korupsi itu saya kira selamanya akan ada. Dan soal korupsi ini sebenarnya adalah sisa-sisa dari pemerintah Soekarno dulu. Sementara ini akan tetap demikian karena memang sedemikian sejak semula".
Kalau ucapan Tuan itu benar maka ucapan Tuan itu seakan-akan ucapan seorang yang üdak bertanggung jawab. Sikap Tuan itu adalah licik dan tidak jantan karena Tuan ternyata berlindung dibelakang nama Soekarno tentang apa yang sekarang terjadi. Ketika Tuan berbicara demikian didepan wartawan itu maka habislah segala rasa hormat saya pada Tuan sampai yang terakhirpun!
Memang selama masih disebut manusia biasanya siapa yang menang akan selalu menganggap dirinya benar dan sebaliknya mereka yang kalah pasti segala sesuatunya akan ditimpakan kepadanya. Apabila Tuan memang bersedia dan benar-benar mau menyelidiki serta memberantas korupsi sebagai seorang warga negara Indonesia saya sepenuhnya bersedia untuk menjadi saksi dan hadir pada setiap sidang-sidang pengadilan yang dilakukan secara terbuka. Sudah tentu pelaksanaanya harus sesuai dengan norma-norma dan hukum yang berlaku dan tidak ditutup-tutup serta tidak boleh (…?? Sambungan kalimat tidak jelas, oleh penyebar, Enje)
Bung Karno adalah Pahlawan Revolusi Indonesia. Dengan kerendahan hati ingin saya katakan bahwa beliau memang belum tentu bisa menjadi pemimpin diwaktu damai. Akan tetapi saya kira andaikata Bung Karno itu sewaktu menjadi mahasiswa sempat belajar di luar negeri beliau pasti akan lebih banyak mengenal masalah-masalah ekonomi yang akan melengkapi kepemimpinanya. Saya katakan demikian karena mungkin "Nasionalisasi" perusahaan - perusahaan asing di Indonesia yang telah dilakukanya itu sebagai suatu kekhilafan.
Selain itu Bung Karno itu sebenarnya tak pernah mengalami dan berada dalam kehidupan keluarga yang stabil. (Sebagai seorang pejuang pasti tidak mungkin ! penyalin). Andaikata beliau lebih lama mengenal kehidupan rumah-tangga yang harmonis seperti halnya kebanyakan orang mungkin beliau ini akan menjadi Presiden yang lebih baik dalam suatu pemerintahan yang terpimpin dan sosiaiis dinegeri ini. Sayangnya tidak memungkinkan sehingga beliau itu lebih cenderung pada sifat-sifat seorang kaisar. Dan beliau jadi korban dari kekuasaan yang dikuasainya sendirian secara-penuh.
Saya dapat mengatakan demikian kepada Tuan karena saya memang menganggap dan menghomati Soekarno itu sebagai orang besar. Akan tetapi kiranya Tuan tahu, bahwa saya tidak selalu menyetujui setiap pendapatnya.
Sebagai misal terhadap Pancasila yang beliau gali dan ciptakan itu, menunrt pendapat saya adalah sepenuhnya terlalu idealistis. Meskipun idealisme itu perlu akan tetapi dalam abad ke 21 ini tidak sepenuhnya idealisme itu dapat dilaksanakan dalam praktek.
Indonesia sebenarnya belum matang untuk dibawa pada sistem demokrasi ala barat. Oleh karena itulah maka Bung Karno memberikan konsep pemikiran: "Demokrasi Terpirnpin". Lebih-lebih karena Rakyat Indonesia kebanyakan masih banyak yang buta humf dan taraf pendidikan maupun kemampuan ekonominya tidak sama. Dalam hal ini saya sependapat dengan Bung Karno.
Akan tetapi dipihak lain beliau itu telah meletakan dasar politik yang terlalu tinggi dan terlalu ideal. Karena itu dapatlah dimengerti kalau beliau mendapat kritik yang begitu keras terutama dengan cita-citanya untuk mengadakan perbaikan atas nasib seluruh rakyat Indonesia secara rnasal dan serentak. Beliau sebetulnya harus lebih realistis dengan ide-idenya itu. Pada saat-saat beliau mempunyai posisi yang cukup kuat sebagai penguasa tertinggi mestinya bliau akan mendapatkan dukungan dari pembantu-pembantunya atas ide-idenya tersebut. Akan tetapi kebanyakan dari Rakyat Indonesia itu hanya mengharapkan perubahan-perubahn dalam kebutuhan hidup sehari-harinya. Rakyat hanya menginginkan pemenuhan material yang nyata dan mereka sudah mulai jenuh dengan idealisme yang sering dipidatokan. Bung Karno itu mengemukakan bahwa dunia ini dikuasai oleh 2 blok kekuasaan adi kuasa. Dan ide beliau ingin membentuk kekuatan ke 3 sebagai imbangan. Dalam perjuangan mewujudkan cita-cita ini Indonesia dapat mempengaruhi dan menggerakkan dunia ke 3 seperti negara- negar di Asia, Afrika dan Amerika Latin. Ini berarti bahwa Indonesia sekaligus harus bisa berdikari disegala bidang. Demikian yang dicita-citakan oleh Bung Karno.
Kalau kemerdekan penuh dapat diberikan kepada semua negeri dan bangsa-bangsa yang terjajah. Akan sikap politik Indonesia yang mengisolasi diri itu menyebabkan Indonesia menarik diri dari keanggotaan P.B.B, dari Bank Dunia tidak ikut dalam Olympiade di Tokyo. Hal ini terjadi dalam rangka ketegangan dan perjuangan pembebasan Irian Barat dan konfrontasi dengan Malaysia.
Bung Karno berpendapat bahwa P.B.B telah bersikap tidak adil terhadap anggota-anggotanya. Indonesia yang belum pernah mendapat pinjaman dari Bank Dunia (Yang dikuasai oleh Amerika Serikat) telah menolak bantuan itu, kalau memakai syarat-syarat politik. Sebelum olympiade Tokyo dimulai Indonesia telah dituduh mempolitisir olah-raga seluruh bangsa-bangsa Asia-Afrika di Jakarta (Ganefo). Karena Indonesia lalu ditolak untuk ikut dalam Olympiade Tokyo itu. Dalam hal ini Bung Karno menolak tuduhan tersebut kerena ternyata pertandingan-pertandingan Olympiade selama inipun juga tidak mengikut sertakan semua negeri khususnya negara-negara komunis.
Tuan Suharto.
Apabila Tuan juga mencoba memikirkan tentang hari depan Indonesia pada hari-hari yang gawat itu tuan pun akan pasti mempunyai pendapat-pendapat lain mengenai ide-ide Bung Karno itu, yang mempunyai akibat tantangan angin taufan. Saya sendiripun ikut prihatin dengan hati yang berdebar-debar memperhatikan bahwa diplomasi Indonesia itu makin hari makin bergeser kekiri.
Memang tak ada orang yang sempurna! Begitu juga dengan diri Bung Karno menurut saya apa yang dikerjakan oleh beliau itu sama sekali tidak terselip untuk keuntungan diri sendiri tetapi sepenuhnya segala sesuatunya itu diabdikan pada Indonesia dan rakyatnya satu-satunya yang dicintainya dan hendak diabdinya. Dalam perjalanan hidupnya Bung Karno itu selalu berusaha untuk mencegah dan menghindari ada pertentangan dalam negeri yang bisa berakibat adanya korban-korban.
Dibanding dengan sikap Tuan dan pembantu-pembantu Tuan ternyata jauh berbeda dimana Tuan atau pembantu-pembantu Tuan telah memerintah Indonesia dengan perampokan dan pertum-pahan darah. Tuan dan pembantu-pembantu Tuan kelak akan dituntut dengan tuduhan telah melaksanakan pembunuhan yang disengaja terhadap ratusan ribu orang PKI yang tidak bersalah, dengan dalih "penumpasan PKI sampai ke akar-akarnya"
Siapa dapat percaya bahwa Tuan percaya kepada Tuhan ? Dalam hal ini Indonesia seharusnya tidak memerlukan Presiden dimana tangannya penuh berlumuran darah.
Tuan Suharto.
Bung Karno itu saya tahu benar-benar sangat mencintai Indonesia dengan Rakyatnya. Sebagai bukti bahwa meskipun ada lawannya yang berkali-kali hendak menteror beliau beliau pun masih mau memberikan pengampunan kalau yang bersangkutan itu mau mengakui kesalahannya. Dibanding dengan Bung Karno maka dibalik senyuman Tuan itu, Tuan mempunyai hati yang kejam. Tuan telah membiarkan ratusan ribu orang orang PKI dibantai. Kalau saya boleh bertanya : apakah Tuan tidak mampu dan tidak berkuasa untuk mencegah dan melindungi mereka agar tidak terjadi pertumpahan darah?
Mungkin Tuan kelupaan bahwa ketika peristiwa tahun 1965 itu berlangsung Bung Karno tidak juga Tuan suruh bunuh pula. Tuan pasti mudah amat untuk mempersalahkan dan menuduh PKI itu bersalah sehingga terjadinya tragedi tersebut. Kalau Tuan mau berbuat demikian maka pasti rakyat banyak yang menjadi pengagum dan menganut Bung Karno itu akan tetap hidup tenang. Tidak seperti sekarang dimana mereka tidak dapat berbuat apa-apa sementara mereka tidak tahu bagai-mana nasib pemimpinnya.
Semestinya Tuan tidak perlu memperlakukan Bung Karno itu sedemikian rupa, yang rnungkin karena perasaan kerdil Tuan. Sebenarnya Tuan akan lebih terhormat apabila Bung Karno itu sebagai Pemimpin Besar Revolusi dapat meninggal secara wajar bukan karena tersiksa dalam tahanan. Adalah suatu kerugian besar sekali bagi Indonesia bahwa Bung Karno itu telah mendapat perilakuan yang tidak wajar seperti itu setelah beliau mengabdi selama hidupnya untuk Negara Indo-nesia dan bangsanya.
Pada akhir surat terbuka ini saya akan tutup surat ini dengan mengenang kembali akan kecintaan dan kemesraan saya terhadap Bung Karno dengan seruan!!!
Paris tgl 16-4-1970 
Tertanda
Ratna Sari Dewi Soekarno